Riya’ Itu Apa Dan Bagaimana Cara Menghindarinya?

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim…

Pengertian

Riya’ atau boleh juga disebut pamer amal. Jadi, apapun yang kita miliki, kita lakukan, kita tampakkan kepada manusia dengan tujuan untuk mendapatkan sanjungan dan pujian dari orang lain, adalah riya’. Salah satu, atau mungkin satu-satunya sifat manusia yang sulit dihindari kemunculannya dari dalam hati kita adalah sifat riya’. Saking sulitnya untuk dihindari, hingga Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam pun sangat mengkhawatirkan sifat riya’ ini akan menghinggapi umatnya di dalam beribadah dan melakukan amal-amal kebaikan mereka.

Kekhawatiran Nabi ini bisa kita ketahui dari sabdanya, berikut ini :

                                                                                                 إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الشِّرْكُ الأَصْغَرُ قَالَ الرِّيَاءُ 

Yang artinya : “Sesungguhnya yang paling ditakuti dari apa yang saya takutkan menimpa kalian adalah asy syirkul ashgar (syirik kecil), maka para sahabat bertanya, apa yang dimaksud dengan asy syirkul ashgar ya Rasulullah? Beliau Shallallahu’alaihi wasallam menjawab ‘ar riya’.” (HR Ahmad dari sahabat Mahmud bin Labid no.27742).

Read More

Iklan

Bilal Bin Rabah, Muadzin Pertama Dalam Islam

Bilal bin Rabah, Muadzin Pertama Dalam Islam
Pertama kali yang terbesit di benak penulis ketika hendak mengisahkan tentang muadzin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Bilal bin Rabah radhiallahu ‘anhu, adalah sejak 15 abad yang lalu Islam telah menyerukan persamaan harkat dan derajat manusia, apapun ras dan suku bangsanya, apapun warna kulitnya, dan apapun status sosialnya, yang membedakan mereka hanyalah ketakwaan kepada Allah.

Sedangkan orang-orang Barat di abad 18 (3 abad yang lalu), masih berpikir bahwa orang kulit hitam adalah hewan bukan manusia. Mereka memperlakukan orang-orang kulit hitam dengan kejam, lebih kejam dari hewan, tidak ada hak bagi orang-orang kulit hitam, membunuh dan menyiksa mereka bukanlah dosa dan dianggap perbuatan biasa. Bahkan sampai hari ini, rasisme terhadap orang-orang negroid masih bercokol di benak sebagian masyarakat Eropa dan Amerika, yang mereka tahu pisanglah makanan pokok bagi orang-orang kulit berwarna ini.
Read More

Shalat Di Atas Kendaraan

Pelaksanaan sholat di atas kendaraan sama seperti sholat ditempat lainnya. Jika dimungkinkan berdiri, maka harus dilakukan dengan berdiri, ruku’ dan sujud. dilakukan seperti biasa dengan menghadap qiblat. Namun jika tidak bisa dilakukan dengan berdiri, maka boleh sholat dengan duduk dan isyarat untuk sholat sunnah. Sedangkan untuk sholat fardlu maka ruku-rukun sholat seperti ruku’ dan sujud, mutlak tidak boleh ditinggalkan. Sholat fardlu yang dilaksanakan di atas kendaraan sah manakala memungkinkan melakukan sujud dan ruku’ serta rukun-rukun lainnya. Itu dapat dilakukan di atas pesawat, kereta api atau kapal yang mempunyai ruangan atau tempat yang memungkinkan melakukan sholat secara sempurna. Apabila tidak memungkinkan melakukan itu, maka sholat fardlu sambil duduk dan isyarat bagi orang yang sehat tidak sah dan harus diulang. Demikian pendapat mayoritas ulama.
Read More

Belajar Ikhlas Dalam Beramal Dan Beribadah

Berbuat sesuatu diawali dengan niat, apakah itu niat baik atau niat tidak baik. Jika kita ingin mendapatkan ganjaran pahala dari apa yang akan kita kerjakan, maka tentu niatnya harus baik dulu, lalu kemudian niat baik itu dilaksanakan dengan ikhlas karena Allah Subhanahu wata’ala (lillahi ta’aala), bukan karena mengharapkan pujian dari manusia.

Setiap amal perbuatan baik yang kita lakukan akan memperoleh imbalan sesuai dengan tingkat kesulitannya. Semakin berat amalan itu untuk dilakukan maka pahalanyapun semakin besar. Karena pada sejatinya, saat kita berupaya secara maksimal untuk melaksanakan perintah Allah Subhanahu Wata’ala, saat itu pulalah kita sedang melakukan pertempuran yang maha dahsyat dengan menghadapi hawa nafsu.

Read More

Mari Menyambut Ramadhan Dengan Suka Cita

Hari ini, Selasa 16 Juni 2015, lebih kurang satu hari lagi Ramadhan yang mulia itu akan mendatangi kita, semoga umur kita dipertemukan oleh Allah Subhanahu wata’ala dengan Ramadhan mulia tahun ini dan juga dengan Ramadhan tahun-tahun berikutnya, aamiin,
Q.S Al-Baqarah : 183-184
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (١٨٣)أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (١٨٤)
183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
184. (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka Barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi Makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, Maka Itulah yang lebih baik baginya. dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Read More

Maafkanlah Orang lain Dengan Tulus Agar Anda Menjadi Sehat

Pada artikel ini dijelaskan tentang memaafkan orang lain yang telah menyakiti kita. Yaitu, bagaimana agar rasa marah atau rasa ingin balas menyakiti orang yang telah menyakiti kita diubah, dimodifikasi atau dikelola sehingga menjadi sebuah rasa empati, rasa memahami keadaannya pada saat itu. Karena dalam hubungan kita dengan orang lain bisa terjadi kesalahan yang disengaja dan juga tidak disengaja. Dan tidak jarang hanya karena persoalan sepele bisa menjadi besar dan meluas eskalasinya, dan kalau sudah demikian keadaannya memang sangat sulit untuk diselesaikan, apalagi hanya dengan kata maaf.

Itulah sebabnya, maka sebelum mengambil suatu tindakan, kita harus menurunkan tensi emosi agar bisa berfikir jernih dan tenang.  Memang memaafkan orang lain tak semudah kita mengucapkanya. Kadang.. tangan telah berjabat, bibir telah mengatakan “Aku sudah memaafkanmu,” tetapi bagaimana dengan hati kecil Anda, apakah Anda telah memaafkan orang lain dengan tulus?

Read More

Sistem Jaminan Sosial Dalam Islam

Renungan

Pernahkah saat kau duduk santai menikmati harimu lalu terpikir untuk bebuat kebaikan untuk seseorang? Itu adalah #ALLAH ﷻ yang sedang berbicara denganmu dan mengetuk pintu hatimu.

وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan #ALLAH ﷻ, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya #ALLAH ﷻ menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Holy Quran 2:195
لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan #ALLAH ﷻ, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.

Holy Quran 4:114
Read More

Pernikahan Menurut Islam dari Mengenal Calon Sampai Akad Nikah

Proses mencari jodoh dalam Islam bukanlah “membeli kucing dalam karung” sebagaimana sering dituduhkan. Namun justru diliputi oleh perkara yang penuh adab. Bukan “Coba dulu baru beli” kemudian “habis manis sepah dibuang”, sebagaimana jamaknya pacaran kawula muda di masa sekarang.

Islam telah memberikan konsep yang jelas tentang tatacara ataupun proses sebuah pernikahan yang berlandaskan Al-Qur`an dan As-Sunnah yang shahih. Berikut ini kami bawakan perinciannya:

  1. Mengenal calon pasangan hidup

Sebelum seorang lelaki memutuskan untuk menikahi seorang wanita, tentunya ia harus mengenal terlebih dahulu siapa wanita yang hendak dinikahinya, begitu pula sebaliknya si wanita tahu siapa lelaki yang berhasrat menikahinya. Tentunya proses kenal-mengenal ini tidak seperti yang dijalani orang-orang yang tidak paham agama, sehingga mereka menghalalkan pacaran atau pertunangan dalam rangka penjajakan calon pasangan hidup, kata mereka. Pacaran dan pertunangan haram hukumnya tanpa kita sangsikan.

Adapun mengenali calon pasangan hidup di sini maksudnya adalah mengetahui siapa namanya, asalnya, keturunannya, keluarganya, akhlaknya, agamanya dan informasi lain yang memang dibutuhkan. Ini bisa ditempuh dengan mencari informasi dari pihak ketiga, baik dari kerabat si lelaki atau si wanita ataupun dari orang lain yang mengenali si lelaki/si wanita.

Read More

Menyegerakan Berbuat Kebaikan Dan Bahaya Menundanya

Tulisan ini saya kutip dari buku Ihya ‘Ulumuddin karangan imam Al Gazali. Saya angkat topik ini karena sangat bermanfaat sebagai pengingat kita agar tidak terlalaikan oleh kesibukan dunia, sehingga melupakan bekal perjalanan panjang menuju alam baqa nanti. Semoga kita bisa senantiasa mengingatkan diri kita akan pentingnya menyegerakan diri untuk berbuat kebaikan.

Rasulullah saw bersabda, “Rebutlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara, yaitu : Selagi engkau muda sebelum datang masa tuamu, selagi engkau sehat sebelum datang masa sakitmu, selagi engkau kaya sebelum datang masa miskinmu, selagi engkau lapang sebelum datang masa sempitmu, selagi engkau masih hidup sebelum datang masa kematianmu.” (HR.Baihaqi, ibnu Abuddun-ya dan ibnu Mubarak)

Semua kita menyadari bahwa memang kesibukan kita sehari-hari untuk urusan dunia kita begitu banyak menyita waktu atau umur kita. Bahkan kesibukan yang kita lakukan seringkali merupakan hal yang sia-sia dan juga kemaksiatan. Read More

Beberapa Kesalahan Yang Terjadi di Musim Haji

Perjalanan suci menuju Baitullah membutuhkan bekal yang cukup. Di samping bekal harta, ilmu pun merupakan bekal yang mutlak dibutuhkan. Karena dengan ilmu, seseorang akan terbimbing dalam melakukan ibadah hajinya sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lebih dari itu, akan terhindar dari berbagai macam bid’ah dan kesalahan, sehingga hajinya pun sebagai haji mabrur yang tiada balasan baginya kecuali Al-Jannah.

Berangkat dari harapan mulia inilah, nampaknya penting sekali untuk diangkat berbagai kesalahan atau bid’ah (hal-hal yang diada-adakan dalam agama) yang sekiranya dapat menghalangi seseorang untuk meraih predikat haji mabrur. Hal ini karena tidak semua orang yang berangkat haji memiliki bekal pemahaman yang cukup untuk itu. Oleh karena itu, pada postingan kali ini saya sajikan artkel yang membahas beberapa di antara kesalahan-kesalahan itu sebagai berikut : Read More

Ringtone Dengan Ayat-ayat Al-Qur’an

Mengunakan ayat-ayat Al-Qur’an dan suara adzan sebagai nada dering (ringtone) pada ponsel memang cukup marak sejak hadirnya telepon seluler di tengah-tengah masyarakat kita. Tapi apakah hal ini dibolehkan ataukah dilarang dalam agama Islam? Untuk itu, pada postingan kali ini saya hadirkan penjelasannya menurut ajaran Islam atau fatwa para ulama.

Ikuti teksnya berikut ini :

Semakin maraknya penggunaan telepon selular (Handphone) dikalangan manusia, menyebabkan terjadinya banyak penyalahgunaan yang menyelisihi syariat pada saat menggunakannya. Diantaranya adalah menggunakan ringtone (nada sambung) dengan lantunan musik, lagu, dan yang semisalnya. Sebailknya, sebagian kaum muslimin ada yang enggan menggunakan ringtone dari musik, namun terjatuh dalam kesalahan lain, yaitu menggunakanBacaan Ayat-ayat al-Qur’an, Azan, dan yang semisalnya sebagai ringtone, yang ini juga merupakan bentuk merendahkan ayat-ayat Allah Azza Wajalla tersebut.

Read More

Sabar Dan Keutamaannya

Kali ini saya sajikan tulisan tentang sabar dan keutamaannya, karena betapa sabar ini merupakan sikap yang sangat karakteristik dan amat khas pada diri seorang mukmin. Mengapa demikian, karena sikap sabar adalah perintah Allah SWT pada hambanya agar bisa keluar dari setiap persoalan hidup. Ikuti uraiannya dalam teks selengkapnya berikut ini.

Sabar adalah akhlak yang sangat mulia. Ia menjadi hiasan para Nabi untuk menghadapi berbagai tantangan dakwah yang menghadang. Berhias diri dengan sabar hanyalah akan membuahkan kebaikan.

“Bersabarlah!”

Demikian perintah Allah terhadap Rasul-Nya Muhammad  di dalam Al Qur’an. Hal ini menunjukkan betapa besar kedudukan sabar kaitannya dengan keimanan kepada Allah dan kaitannya dengan perwujudan iman tersebut dalam kehidupan dan terlebih sebagai pemikul amanat dakwah. Tentu jika anda menyambut seruan tersebut niscaya anda akan berhasil sebagaimana berhasilnya Rasulullah, keberhasilan di dunia dan di akhirat. Allah berfirman: Read More

Adakah Pacaran Yang Islami?

Kecintaan terhadap lawan jenis merupakan fitrah yang ada pada setiap manusia yang sempurna. Inilah hikmah diciptakannya manusia dengan jenis yang berbeda, berupa pria dan wanita. Tapi bolehkan dalam Islam seorang pria dan wanita membina hubungan cinta mereka lewat pacaran sebelum menikah? Artikel ini mengupas hal ini untuk kita, khususnya para kawula muda agar mereka mendapatkan pencerahan.

Ikuti teksnya berikut ini :

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)“. (Q.S. Ali Imran: 14).

Read More

Belajar Ilmu Sihir Untuk Membentengi Diri, Bagaimana Hukumnya?

Masih ada sebagian di kalangan kita umat Islam yang mencari atau mempelajari ilmu sihir untuk tujuan membentengi diri dari ancaman musuh, padahal mereka tidak tahu atau mungkin sengaja melakukannya karena dorongan hawa nafsu atau godaan iblis. Untuk itu, mari kita sama-sama ikuti pembahasannya dalam artikel berikut ini.
Teks selengkapnya :

Kondisi suatu negeri yang berlatar belakang animisme dan dinamisme ternyata sangat berpengaruh bagi masyarakatnya. Sisa-sisa ajaran tersebut nampak berbekas walau pun sudah berlalu sekian lama dari masa. Terlebih lagi di saat ilmu Dien yang bertumpu pada tauhid dan menjauhi kesyirikan mulai langka di masyarakat. Akibatnya, syirik dikira tauhid dan tauhid dikira syirik, sunnah dikira bid’ah, dan bid’ah dikira sunnah, kebenaran dikira kebatilan, dan kebatilan dikira kebenaran. Read More

Kematian Itu Sungguh Dekat

Tulisan ini sudah pernah diterbitkan oleh majalah Tarbawi edisi 148/ tanggal 1 Pebruari 2007, dan kini saya posting ulang di sini agar bisa dibaca oleh banyak orang, semoga semua tercerahkan. Ikuti teksnya berikut ini.

Suatu hari, Imam Al Ghazali mengumpulkan murid-muridnya. Ia ingin berdiskusi dengan mereka, bertanya tentang beberapa hal sembari menambahkan pemahaman dan keilmuan mereka. Pertanyaan sederhana yang pertama diajukan oleh Sang Imam adalah, “Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”Murid-murid Al ghazali itu dengan penh semangat saling bergantian menjawab pertanyaan gurunya. Jawaban-jawaban mereka ternyata berbeda-beda. Di antara mereka ada yang menjawab orang tua, guru, teman, kerabat dan sebagainya. Tak ada jawaban yang sama. Selesai mereka menjawab, Imam Al Ghazali menanggapinya dengan tenang dan bijak, “Semua jawaban kalian benar. Tetapi sesungguhnya yang paling dekat dengan kita adalah “mati”. Sebab itu sudah merupakan janji Allah swt. bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.”         Yang diinginkan Al Ghazali ternyata hanya jawaban yang begitu singkat. Tetapi mendalam dan penuh makna. Sesuatu yang barangkali tidak sempat terlintas di benak mereka, sehingga sebagian mereka tampak terhenyak mendengar penjelasan Sang guru.

Read More

Karena Kita Muslim

Postingan ini adalah sebuah artikel yang pernah dimuat di sebuah majalah Tarbawi Edisi 111 Th.7/Jumadil Ula 1426 H/23 Juni m005 M. Saya memposting ulang di blog ini untuk mengingatkan kita (kaum Muslimin) akan kebenaran ajaran Islam dan juga agar kita senantiasa banyak bersyukur dengan keislaman kita. Yaitu bersyukur dengan melakukan banyak aksi dan tindakan sebagai konsekuensi serta tanggung jawab atas nikmat keislaman yang diberikan Allah kepada kita.

Teks selengkapnya :

Berislam itu adalah tanggung jawab. Dan tidak ada tanggung jawab yang tanpa konsekuensi. Ketika kita menyatakan diri sebagai Muslim, ada banyak tanggung jawab yang mesti kita pikul, dan di balik tanggung jawab itulah tersimpan banyak konsekuensi yang akan menguji kebenaran Islam di hati kta.
Kita harus banyak bersyukur dengan keislaman kita. Yaitu bersyukur dengan melakukan banyak aksi dan tindakan, seperti beberapa hal berikut ini. Read More

Kita Tak Pernah Tahu Kapan Ajal Kita Datang

Yang akan saya uraikan dalam postinganku kali ini adalah soal kematian, tepatnya adalah kisah-kisah kematian. Saya angkat masalah kematian semata-mata untuk mengingatkan kita bahwa dia (kematian) itu pasti akan datang menemui kita…jangan serem dulu aahhh. Ikuti kisahnya berikut ini :

Sebuah Surat kabar Al-Qasham yang telah lama terbit di Saudi–menyebutkan bahwa seorang pemuda di Damaskus telah bersiap-siap untuk melakukan sebuah perjalanan. Dia memberi tahu ibunya bahwa waktu take off pesawat adalah jam sekian. Ibunya diminta untuk membangunkannya jika telah dekat waktunya. Pemuda itu pun tidur. Sementara itu si ibu mengikuti berita cuaca dari radio yang menjelaskan bahwa angin bertiup kencang dan langit sedang mendung. Sang ibu merasa sayang pada anak satu-satunya itu. Read More

Sepertiga Malam Terakhir

Dalam postingan kali ini saya menyajikan sebuah kisah mengenai hubungan yang tidak baik di antara pemimpin dan rakyatnya. Bagaimana akhir dari  kisah hubungan yang tidak baik ini ? Ikutilah kisah selengkanya berikut ini. At-Tanukhi, “Seorang menteri di Baghdad telah berlaku dzolim terhadap kekayaan seorang wanita tua (rakyatnya). Hartanya dirampas dan semua hak wanita itu dirampok. Tapi wanita itu dengan berani datang menghadap kepada sang menteri dan mengadukan segala kedzliman menteri tersebut sambil menangis dan memprotes kekejamannya. Sang menteri sama sekali tak bergeming dan tak menyadari kekejamannya terhadap si wanita itu.  Wanita itu kemudian mengancam, Read More

A Glance Looking Backward (3)

Sesudah Kesedihan Ada Kabahagiaan
Rupanya, istriku dan kakaknya yang berada di ruang tunggu merasa aneh dengan gelagat yang terjadi. Mereka merasa ada yang tak beres, mengapa dokter harus berbicara berdua saja dengan suamiku, tanpa boleh didengar oleh pasien (anakku).”Ini pasti ada yang dirahasiakan”. Itu perasaan mereka pada waktu itu. Hal ini adalah wajar, karena sebelumnya mereka memang tak menyangka kalau penyakit yang diderita anak kami (Amy) tidaklah atau belumlah separah itu. Sayapun sebenarnya punya anggapan dan perasaan seperti itu sebelum diberitahu oleh dokter. Namun, karena saya sudah terlebih dahulu diberitahu oleh Amy ketika menunggu panggilan dokter, jadi saya sudah punya sedikit kesiapan mental untuk menghadapi apapun yang terjadi. Ketika saya selesai berbicara dengan dokter,  saya pun keluar untuk menemui mereka di ruang tunggu. Saat itu saya bingung, bagaimana saya harus menjelaskan hal ini kepada mereka, agar mereka tidak sampai sok dan juga tidak sampai didengar oleh anak kami Amy. Pasti mereka akan sok jika saya langsung memberitahukan status penyakit anakku.

Read More

Mutiara Doa

“Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami.” (Al-Baqarah :286).

Kami adalah hamba-hamba yang lemah, manusia-manusia yang tidak berdaya. Sedangkan Engkau yang mengajarkan kepada kami bagaimana berdoa kepada-Mu, kabulkanlah kami.

“Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya,” (Al-Baqarah :286), karena kalau dipaksakan kami tidak akan mampu, hati kami tidak bergairah, dan jiwa kami menjadi bosan. Tapi mudahkanlah kami, dan itu telah Engkau lakukan, dan mudahkanlah kami, dan itu telah Engkau kabulkan. Read More

A Glance Looking Backward (2)

Semuanya Sudah Terlambat
Sebenarnya tidak ingin mengingatnya kembali. Karena hanya akan membuat hati ini sedih, lalu lebih baik melupakannya. Mungkin ada saja orang yang berpikiran seperti itu. Tapi rasanya..tidak tega hati ini, bila kenangan manis bersama orang-orang yang kita cintai, bahkan amat kita cintai dibiarkan sirna begitu saja dari memori kita. Karena apa?  Ya karena tidak adil rasanya. Dan, kalau itu yang kita lakukan, sepertinya kita sudah tak mencintai dia lagi dan tidak mau lagi mengingatnya. Karena itu, meski harus menahan rasa rindu dan sedih, saya coba merangkai kembali kisah sedih 6 tahun silam dalam artikel ini. Saya coba merangkai dan menghadirkan kembali kisah-kisah bersamanya. Sedih memang, tapi saya menikmatinya, menikmati rasa sedih dan rindu itu karena mencintainya, karena menyayanginya. Dia anak bungsu tercinta kami (Muhammad ‘Alauddin Ramiz). Dia sudah tiada. Read More

A Glance Looking Backward (1)

Jangan tertipu dengan judul di atas. Karena itu hanya sebuah judul yang saya adopsi dari sebuah novel utopian klasik “Looking Backward” karangan Edward Bellamy. Sebuah novel yang bercerita tentang kerinduan penulisnya tentang sebuah kehidupan suatu masyarakat yang baik. Di mana menurut Bellamy, bahwa seharusnya sebuah masyarakat yang baik itu adalah sebuah tempat dimana setiap orang memiliki hak untuk menuntut bagian yang sama atas barang dan jasa yang dihasilkan oleh negara. Setiap warga negara, menurutnya dijamin untuk mendapatkan standar kehidupan yang layak dari sejak ia lahir hingga ia mati. Alasannya, bukan atas dasar ia kaya atau miskin, bujang atau kawin, pintar atau bodoh, sehat atau sakit–akan tetapi titel atau harkat manusia adalah kemanusiaannya. Itulah sekilas cerita novel itu, dan apa yang akan saya tulis dalam postingan ini sama sekali tidak ada korelasinya dengan cerita novel itu. Read More

Mengenal Dan Memiliki Visi Ke Surga

Straight Path

13310269323_72e66816a3_b

Ketika umat muslim telah mengenal surga dan memiliki visi ke surga, maka hal itu akan memberikan motivasi untuk melakukan hal-hal yang mendukung untuk tercapainya maksud tersebut, diantaranya :

Pertama, Menjadikan Allah sebagai tujuan. Tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, dan selalu mencari ridha-Nya disetiap amal yang dilakukan.

Kedua.Menjadikan Rasulullah SAW sebagai tauladan dalam semua sisi kehidupan, mengikuti dan menjalankan semua sunnahnya serta menjauhi semua bentuk bid’ah dalam ibadah.

Ketiga. Menjadikan Al-Qur’an sebagai pegangan dan petunjuk hidup. Berinteraksi dengan cara membacanya, memahami dan mengamalkannya.

Keempat. Melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar mulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

Kelima.Selalu memberikan manfaat dan keselamatan kepada orang lain.

Keenam.Menjaga keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat. Memahami bahwa dunia adalah tempat untuk beramal. Berusaha bersungguh-sungguh untuk kerja dunia sebagaimana kesungguhan dalam beramal untuk akhirat.

Ketujuh.Selalu berusaha mencapai prestasi yang terbaik dalam semua hal. Baik dalam menuntut ilmu, bekerja…

Lihat pos aslinya 869 kata lagi

Love & Squalor in the Middle East, 2

burns the fire

A shy Bedouin boy was stabbed to death in the Negev desert of Israel/Palestine. At night, in front of the fire he built, by the stranger he invited to share his food and tea. His name was Awwad Amrana, and he was 13.

A spirited Jewish girl grew up near Awwad’s camp. They were friends, she was close to his mother Frazah and their family. When he was killed, she identified his body at the morgue. Her name was Tali Goodfriend, and she was 13.

The following is a sequel to that story.

 *

The phone drones through the halls of the school in Montreal. Tali, 37, is with her students, at work. It is the Israeli Embassy in Ottawa. The other teachers are alerted, the receptionist calls for Tali, and tells her to sit down. They hold her in a circle, her heart clangs. Another boy she loves, her…

Lihat pos aslinya 910 kata lagi

Menjadi Manusia Akhirat

“Menjadi Manusia Akhirat”, adalah sebuah judul artikel yang saya salin dari Majalah Tarbawi edisi 111 tgl 23 Juni 2005 dan saya pindahkan sebagai postingan di blog sederhana saya “Butir-Butir Mutiara”. Tulisan ini sangat menggugah dan semoga pembaca mendapatkan pelajaran dan hikmah dari kisah yang dibahas di dalamnya, aamiin. Selengkapnya ikutilah urain berikut ini.

Ketika berdoa,” kata Umar ra, “Aku tidak memiliki obsesi agar doa itu terkabul. Obsesiku hanyalah pada ucapan doa itu sendiri. Karena apabila terinspirasi untuk berdoa, pengabulan doa itu pasti akan datang beriringan tatkala doa itu diucapkan.”

Sungguh dalam makna perkataan Umar bin Khattab radhiyallahu anh. Sebab memang tidak semua doa akan terkabul. Misalkan ada orang yang berdoa meminta ditimpakannya sesuatu yang tidak disukai kepada seseorang, dengan alasan apapun, maka doa ini pasti tertolak. Doa seperti ini adalah efek dari kebencian dan permusuhan terhadap seseorang. Read More

Keberkahan Yang Tak Pernah Pudar

Pagi adalah bagian dari waktu-waktu Allah yang terus berputar. Ia juga merupakan ungkapan yang sangat lekat dengan makna kesegaran, keceriaan, semangat, dan hidup baru. Begitu banyak makna positif yang memberi spirit dan optimisme dalam hidup yang datang menyertai pagi. Mungkin masih banyak lagi hikmah dan keistimewaan di balik pujian Allah terhadapnya, “Dan demi subuh apabila fajarnya  mulai menyingsing.” (QS.At Takwir: 18), yang mungkin belum dapat kita singkap karena keterbatasn ilmu kita.

Bertemu pagi adalah sebuah keniscayaan. Tetapi mengambil manfaat dari keistimewaannya adalah sesuatu yang harus diupayakan. Jalannya hanya satu, bangun lebih pagi, Lalu mengintip apa saja kebaiakan-kebaikan yang dapat kita petik di pagi itu. Read More

Berbisnis Yang Islami: Untung Dunia, Untung Akhirat

Usia beliau baru menginjak 12 tahun, saat sang paman, Abu Thalib bin Abdul Muthalib mengajaknya melakukan perjalanan bersama sekelompok kaum Quraisy dalam ekspedisi dagang ke Syria. Awalnya, Abu Tahlib tak bermaksud membawa keponakanya yang masih kanak-kanak itu. Namun ketika kafilah dagang itu hendak berangkat, Nabi Muhammad saw yang waktu itu masih seorang pemuda kecil, merangkul pamannya dan memperlihatkan kasih sayangnya yang sangat besar sehingga Abu Thalib merasa iba dan berkata, “Aku akan mebawamu bersamaku, dan kami tidak akan pernah berpisah.”

Sejarah mencatat, perjalanan ke Syria ini merupakan perjalanan dagang pertama yang dilakukan Nabi Muhammad saw, meskipun pada ekspedisi dagang itu beliau hanya berperan sebagai penjaga barang-barang. Perjalanan ini pulalah yang mempertemukan Nabi Muhammad saw dengan Pendeta Bahira, seorang biarawan yang melihat tanda-tanda kenabian dalam diri anak laki-laki itu serta memperingatkan Abu Thalib agar segera kembali ke negerinya serta menjaga sang keponakan dari orang-orang Yahudi. Read More

Semoga Allah Mengampuniku dan Dirimu

Saudaraku, Menyirami api kemarahan itu tidak sederhana. Menenangkan diri untuk tidak bereaksi spontan, tidak melakukan pembalasan terhadap penghinaan, tidak melampiaskan kebencian atas rasa sakit, kepada orang yang menghina dan menyakiti, itu tidak mudah. Itulah sebabnya Rasulullah saw menggarisbawahi, “Orang yang kuat itu bukan orang menang dalam bergulat. Tapi orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan dirinya ketika marah.”

Bagaimana orang-orang shalih mempraktekkan sabda Rasulullah saw tersebut? Bagaimana kemampuan mereka menjaga dan menahan diri dari kemarahan yang umumnya bisa membakar? Ibnul Jauzi dalam kitab Shifatu Shafwah menuturkan kisah tentang tenangnya orang-orang shalih dalam menyikapi kondisi yang seharusnya membuat jiwa bergolak. Ia menuliskan, “Seseorang datang kepada Ali bin Husein bin Ali radhiyallahu anhum ajma’in. “Wahai Ali bin Husein, seseorang telah menyakitimu dan menginjak kehormatanmu.” Ali bin Husein mendengarkan perkataan orang itu lalu terdiam. Tapi itu tidak lama, Ali bin Husein tiba-tiba mengatakan sesuatu yang mengejutkan si pemberi informasi. “Bawa saya kepada orang tersebut…” Katanya. Read More

Naluri Keulungan

Naluri Keulungan, itulah sebuah judul artikel pendek yang merupakan buah pikiran dari Bapak M Anis Matta, yang menurut saya cukup menarik untuk dibaca atau diketahui apa yang menjadi alur pemikiran penulis. Selengkapnya ikutilah buah pikiran beliau berikut ini.

Semangat penanggungan adalah akar moral bagi cinta sejati. Tapi kita hanya bisa mengukir karya cinta yang abadi kalau kita mengetahui sumber energi dari tindakan memberi yang tak boleh berhenti. Dari sini kita mendapatkan stamina untuk memberi secara terus-menerus, relatif tanpa henti, seperti pada sebuah pendakian, kita akan terus menerus kekurangan oksigen pada setiap  satu ketinggian yang kita capai. Itu sebabnya tidak banyak orang yang bisa menancapkan benderanya di puncak gunung. Read More

Beberapa Kutipan

  1. EMPAT KUNCI KETENANGAN HIDUP

Ulama besar Al Imam Al Hasan Al Bashri mengatakan,” Aku bisa tenang menjalani hidup ini karena empat hal.”  Pertama, aku tahu bahwa rezekiku tidak akan jatuh ke tangan orang lain, maka hatiku menjadi tenang. Kedua, aku tahu bahwa tugasku tidak akan dikerjakan oleh orang lain, maka aku sibukkan diriku dengannya. Ketiga, aku tahu bahwa Allah selalu melihatku, maka aku malu jika aku menjerumuskan diriku dalam lumpur dosa. Keempat, aku tahu bahwa ajal itu pasti datang, maka aku selalu bersiap-siap menantinya.

(Al Imam Al Hasan Al Bashri) Read More

Ya Allah, Sempurnakanlah Untuk Kami Cahaya kami

Betapa pentingnya cahaya dalam gelap. Betapa berharganya secercah cahaya di tengah gulita. Betapa mahalnya memiliki pelita cahaya yang bisa menuntun kita berjalan di antara gelap yang tak menyisakan sinar sama sekali.

Di hari akhir yang gelap gulita nanti, hanya orang-orang beriman yang memiliki cahaya. Yang dengan sinar cahaya itu, mereka sangat tertolong untuk meniti perjalanan melintasi ash shiraat (jembatan). Itulah salah satu dari dua cahaya yang disebutkan Sayyid Quthub dalam kitab Fii Dzilaali Al Qur’aan.  Read More

Bersikap Hati-Hati Adalah Jalan Menuju Kebahagiaan

Diceritakan bahwa Thaha Husein, seorang penulis buku terkenal, berkata kepada sopirnya, “Jangan mengendarai mobil ini terlalu cepat, agar lebih cepat sampai ke tempat tujuan.” Ini merupakan terjemahan praktis dari sebuah peribahasa yang berbunyi : “Terburu-buru itu justru sering menciptakan kelambanan.”

Bersikap hati-hati dan berusaha yang disertai dengan tawakal kepada Allah merupakan salah satu jalan menuju kebahagiaan. Rasulullah sendiri ketika turun ke medan perang, masih harus mengenakan baju perang. Padahal kita tahu bahwa beliau adalah yang terbaik di antara orang-orang yang bertawakal. Ini memperlihatkan kepada kita bahwa Rasulullah adalah sosok yang hati-hati dan jauh dari sikap takabur, walaupun beliau tahu bahwa dirinya akan dilindungi oleh Allah. Sehingga ada seorang sahabat yang bertanya kepadanya, “Apakah saya harus mengikat unta saya, wahai Rasulullah, atau harus bertawakal saja?” Rasulullah menjawab, “Ikatlah untamu, dan bertawakallah.”

Baca lebih lanjut

Doa Senjata Orang Yang Beriman

Doa-doa dan ta’awwudzaat (jamak ta’awudz: bacaan meminta perlindungan) bagaikan sebuah senjata. Dan sebuah senjata (ampuh tidaknya) tergantung siapa yang menggunakannya, bukan ketajamannya saja (yang menjadi ukuran). Maka kapan sebuah senjata merupakan senjata yang prima, tidak ada aibnya dan lengan (yang menggunakan)nya adalah lengan yang kuat, serta tidak terdapat penghalang apa pun, pasti senjata itu akan melukai musuh. Dan kapan salah satu dari tiga hal ini tidak terpenuhi, senjata jadi tidak berpengaruh.

(Begitu pula halnya dengan doa), apabila doanya tidak baik atau yang berdoa tidak menyatukan hati dan lisannya dalam berdoa, atau di sana ada faktor yang menghalanginya, doa itu tidak memberi pengaruh.

Al Jawabul Kafi Ibnul Qayyim hal 25

Dikutip dari http://www.mimbarislami.or.id. Penulis : Abu Muhammad, , Doa Senjata Orang Yang Beriman

–ooOoo– Baca lebih lanjut

Mutiara Hikmah

SPREADING THE PEARL

ramadhan0

Bersyukurlah atas apa yang telah anda peroleh dalam hidup ini. Jangan terlalu merisaukan yang belum ada. Karena tidak akan pernah ada yang bisa menghentikan keinginan anda. @arsyam’58

Hargailah orang lain, meskipun itu mungkin tidak penting bagi anda. Tetapi percayalah bahwa bagi mereka itu adalah amat berati. @arsyam’58

Lupakanlah sesuatu yang telah anda berikan kepada orang lain dan janganlah melupakan sekecil apapun pemberian mereka. @arsyam’58

Anda tidak akan bisa memperbaiki hidup anda jika tetap berada dalam kondisi yang menyandera diri anda. @arsyam’58

Terimalah apa adanya diri anda karena Tuhan telah berkehendak, yang pada saatnya anda akan mengetahui apa alasannya. @arsyam’58

Tuhan tidak melihat pada sukses atau gagalnya apa yang anda usahakan, tetapi Dia hanya melihat pada niat dan kontinuitas serta kesungguhan anda. @arsyam’58

Jangan pernah mengorbankan kebahagian anda yang langgeng dan abadi, hanya karena hempasan badai kehidupan yang akan segera berlalu. @arsyam’58

Beribadah dan berdoalah anda kepada-Nya sebagai tanda rasa syukur…

Lihat pos aslinya 155 kata lagi

3 Steps To Moving Forward

  1. Don’t stress about the closed doors behind you New doors are opening every moment and you see them if you keep moving forward. Diterjemahkan, “Jangan khawatir tentang tertutupnya pintu-pintu (peluang) sukses masa lalu anda. Peluang-peluang baru terbuka untuk anda pada setiap saat dan anda melihat itu jika anda terus bergerak ke depan.”
  2. The truth is unless you let go. Unless you forgive yourself. Unless you forgive the situation. Unless you realize that the situation is over. You can not move forward. Diterjemahkan, “Kebenaran adalah ketika anda mengakuinya, kecuali kalau anda memaafkan diri anda, Kecuali kalau anda memaafkan situasi, Kecuali kalau anda menyadari bahwa situasi itu akan berakhir. Anda tidak dapat bergerak ke depan.”
  3. If you stumbled today, remember where and how it felt. Tomorrow, take adifferent path. Life flourishes from it’s pain and the lessons we gain. Diterjemahkan, “Jika anda tersandung hari ini, ingatlah dimana dan bagaimana itu dirasakan. Besok, ambillah jalan lain. Hidup akan mencatat kisah getirnya dan pelajaran-pelajaran yang kita dapatkan.”

Baca lebih lanjut

Arti Cinta Harta

Tulisan ini disarikan dari beberapa literatur Islami yang membahas berbagai hal yang berkaitan dengan harta dan kewajiban menafkahkannya sebagian di jalan Allah, yakni kepada orang-orang yang telah ditentukan menurut ajaran agama Islam. Sebagaimana fiman Allah swt yang artinya, “Bukanlah menghadapkan wajah kalian ke timur dan barat itu adalah kebajikan, akan tetapi kebajikan itu adalah  beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikan-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir, orang yang meminta-minta dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat dan menunaikan zakat.” (Surat Al Baqarah 177) Baca lebih lanjut

Partisipasi

Ijinkan aku bicara tentang makna kecil partisipasi kita. Mungkin kau adalah peserta atau juga bahkan adalah pengisi, ataupun sekedar orang pernah melihat dan menemui fenomena seperti ini di zaman ini.

“…Kalau beliau keluar tiba-tiba beliau dapati para sahabat duduk dalam halaqah (lingkaran). Beliau bertanya, “Apakah yang mendorong kalian duduk seperti ini?”. Mereka menjawab, “Kami duduk berdzikir dan memuji Allah atas hidayah yang Allah berikan sehingga kami memeluk Islam.”

Maka Rasulullah bertanya, “Demi Allah, kalian tidak duduk melainkan untuk itu?” Mereka menjawab, “Demi Allah, kami tidak duduk kecuali untuk itu”. Maka beliau bersabda, “Sesungguhnya saya bertanya bukan karena ragu-ragu, tetapi Jibril datang kepadaku memberitahukan, bhawa Allah membanggakan kalian di depan para malaikat.” (HR Muslim dari Mu’awiyah) Baca lebih lanjut

Bolehkah Wanita Haidh Masuk ke Masjid?

Pertanyaan:

Bagaimana hukumnya wanita yang sedang haidh masuk masjid untuk suatu keperluan, misalnya mengikuti taklim? Sementara ada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, bahwa Rasulullah Shalallahu a’laihi wassalam bersabda:

“Sesungguhnya aku tidak menghalalkan masjid kepada wanita yang haidh dan orang yang junub.”

‘Athiyyah, Purwokerto

Jawab :

Dalam permasalahan ini ada perselisihan pendapat di kalangan ulama, ada yang mengatakan boleh dan ada pula yang berpendapat tidak boleh. Kata Imam Asy Syaukani: “Zaid bin Tsabit berpendapat boleh bagi wanita haidh masuk ke dalam masjid kecuali bila dikhawatirkan darahnya menajisi masjid. Al Imam Al Khaththabi menghikayatkan kebolehan ini dari Malik, Asy Syafi`i, Ahmad dan Ahlu dzahir. Sedangkan yang berpendapat tidak boleh adalah Sufyan dan Ashabur Ra’yi, dan pendapat ini yang masyhur dari madzhabnya Al Imam Malik.” (Nailul Authar, 1/320).

Namun yang kuat dari pendapat yang ada, wallahu ta‘ala a‘lam bisshawwab, wanita haidh dibolehkan masuk masjid. Pendapat ini dikuatkan oleh Ibnu Hazm dalam kitab beliau Al Muhalla (2/184-187), karena tidak ada dalil yang menunjukkan larangan akan hal ini, sementara Rasulullah Shalallahu a’laihi wassalamtelah bersabda : Baca lebih lanjut

Doa Sarat Makna

Rasulullah saw. menyukai doa-doa yang ringkas, namun sarat makna. Sepertinya, beliau mengetahui bahwa itu bukan saja memudahkan banyak orang untuk mengingatnya, melainkan juga lebih mewakili harapan dan keinginan kita. Maka, tercatatlah dalam riwayat beliau, doa-doa yang mencakup semua keinginan dan harapan utama yang kita dambakan dalam kehidupan kita.

Setelah membaca riwayat-riwayat itu, yakinlah kami bahwa kita juga membutuhkanya. Kita semua ingin bahagia di dunia, selamat di akhirat, kaya dan bertakwa. Berilmu namun rendah hati, berkuasa, namun adil. Kebaikan-kebaikan jiwa itu tentu harus kita upayakan melalui usaha yang sadar secara terus-menerus. Adapun di antara usaha itu adalah mempertahankan keinginan yang kuat untuk meraihnya. Di sinilah letak fungsi doa itu : membantu kita memperkuat dan mempertahankan kehendak baik kita. Baca lebih lanjut

Munajat Yang Tak Pernah Putus


Beginilah sang musafir, bila mulai terbangun dari tidur panjangnya. Ia mulai membersihkan wajahnya dengan wudhu dan menjalani hari-harinya dengan menujat yang tak pernah putus. Hatinya telah terbang tinggi ke langit dan terpaut di sana. Seementara kakinya beranjak dari satu tempat ke tempat lain dalam bumi, hatinya bercengkerama di ketinggian langit.

Kini, sang Musafir telah menyadari bahwa doa bukanlah pekerjaan sederhana. Doa bukanlah kumpulan kata yang kering. Doa bukanlah harapan yang dingin. Doa bukanlah sekadar menengadahkan kedua tangan ke langit. Baca lebih lanjut

Teguran Bagi Sang Musafir

Kita semua adalah musafir. Sekarang kita sedang berada di sini, dalam gerbong kereta waktu yang membawa kita melaju dalam perjalanan hidup. Adapun stasiun tempat kelak kereta waktu berhenti adalah liang kubur. Maka, ketika kereta waktumu berhenti, lalu engkau keluar dari gerbong, engkau hanyalah berpindah ke gerbong lain dari kereta waktu yang akan memngantarmu ke padang pertanggungjawaban.

Dengarlah Nabimu yang telah membacakan firman Tuhanmu, wahai sang musafir, “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan jangalah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmaan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya, Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Al-Qashash: 77) Baca lebih lanjut

Apa Artinya Berdoa?

Ketika Nabi Muhammad saw. datang dengan membawa Islam, beliau mendapati manusia, baik di Jazirah Adoashalawattnrab maupun di pusat-pusat peradaban besar–seperti Romawi dan Persia–sedang berada dalam potongan sejarahnya yang paling kelam. Manusia-manusia zaman itu kehilangan arah dan tersesat di belantara kehidupan. Mereka tidak lagi memahami makna dan hakikat kehidupan, dan ke muara mana bahtera kehidupan sedang menuju.

Saat beliau melihat itu semua, segeralah beliau menjelaskan misi kehidupan manusia dengan membacakan firman Allah swt. yang artinya, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku” Adz-Dzariyat:56)  Baca lebih lanjut

Pulihkanlah Kesehatan Dengan Sedekah

Foto0076           Dalam hidup ini banyak hal yang menurut logika kita sebagai manusia nampak seperti mustahil atau tidak mungkin terjadi. Tidak sedikit kita menyaksikan atau mengetahui, bahwa ada suatu penyakit atau sebut saja luka yang sudah sekian lama diderita oleh sesorang dan sudah sekian banyak pula macam obat yang digunakan untuk mengobatinya namun tidak kunjung sembuh. Tetapi setelah bertanya dan berkonsultasi kesana kemari pada orang-orang yang mengerti ilmu agama, dan menyarankan agar ia perlu bersedekah kemudian ia melaksanakan saran tersebut, maka penyakit luka tersebut akhirnya sembuh dan bahkan kesehatan orang tersebut secara ruhani dan jasmani menjadi jauh lebih baik dan segar dari sebelumnya. Baca lebih lanjut

Zakat Tidak Sama Dengan Pajak

223MENURUT MEREKA, Pajak sebagai pungutan yang berdasarkan undang-undang dalam pengertian sempit memang hasil proses pemikiran manusia. Namun, kalau dilihat dalam arti yang lebih luas secara hermeneutika atau takwil menurut nash Al-Qur’an dalam Al-Baqarah: 31, dalam kontek…

ZAKAT Tidak Sama Dengan PAJAK

Syahadat, mengucapkan kesaksian:

لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ

Tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah.”

merupakan rukun yang mendasar, sekaligus hal yang wajib bagi setiap muslim. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai dakwahnya dengan hal itu setelah diangkat menjadi rasul. Mendakwahkan kalimat tersebut dan meninggalkan berbagai perbuatan syirik, berbagai bentuk penyembahan kepada berhala atau selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَاأَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ. قُمْ فَأَنْذِرْ. وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ. وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ

Wahai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan! Dan Rabbmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah.” (Al-Muddatstsir: 1-4)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyerukan dakwah kepada tauhid dari awal pengangkatannya sebagai rasul oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kalimat syahadatain tersebut merupakan dasar bagi tegaknya agama Islam. Demikian pula para rasul Allah Subhanahu wa Ta’ala yang lain, mereka semua memulai dakwahnya dengan mengajak manusia kepada tauhid, mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meninggalkan kesyirikan.

Adapun rukun kedua, dari rukun Islam, yaitu shalat. Difardhukan untuk menegakkan shalat ketika memasuki masa sebelum hijrah. Lantas, setelah hijrah ke Madinah, diwajibkan zakat dan puasa di bulan Ramadhan. Ini terjadi pada tahun ke-2 dari hijrah. Kemudian difardhukan haji pada tahun ke-9 setelah hijrah. Dengan demikian, sempurnalah rukun Islam. Maka, tatkala Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berhaji, pada tahun ke-10 setelah hijrah, turunlah ayat:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (Al-Maidah: 3)

Zakat merupakan ibadah maliyah (ibadah dalam wujud menyerahkan harta). Disebut zakat, karena secara bahasa berarti التَّطْهِيرُ وَالنَّمَاءُ suci dan tumbuh yaitu mensucikan atau membersihkan orang yang berzakat dari kotoran dosa, sikap kikir dan bakhil. Juga membersihkan harta dari yang telah dikeluarkan tersebut. Disebutkan tumbuh, karena zakat tersebut akan menumbuhkan harta dan menjadi sebab tumbuhnya berkah.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

Sedekah itu tidak akan mengurangi dari harta (yang dimiliki seseorang).” (HR. Muslim no. 2588, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Maka, Zakat atau Sedekah tidaklah akan menjadi penyebab berkurangnya harta seseorang. Justru, dengan berzakat atau bersedekah, harta seseorang akan bertambah dan semakin bertambah keberkahannya. Harta itu akan tumbuh berkembang. Meskipun, secara lahiriah saat seseorang menyedekahkan atau membayar zakat, harta yang ada padanya berkurang, namun hakikatnya harta itu justru tumbuh, bertambah, membawa berkah, dan bersih suci.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka.” (At-Taubah: 103)

Selain itu, zakat bisa membantu para fakir dan miskin. Mereka adalah orang-orang yang tidak memiliki kecukupan nafkah. Karenanya, saudara-saudara mereka yang terbilang memiliki harta lebih, mengulurkan bantuan dan menutupi kebutuhan para fakir dan miskin. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ فِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَعْلُومٌ. لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu, bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta).” (Al-Ma’arij: 24-25)

Itulah zakat yang disediakan bagi orang-orang tertentu yang mereka memiliki hak untuk memperolehnya. Dalam ayat lain, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

“Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.” (Adz-Dzariyat: 19)

Zakat merupakan rukun yang amat ditekankan setelah syahadatain dan shalat. Barangsiapa mengingkari kewajiban berzakat, maka dia telah kafir dan diminta bertaubat. Maka bertaubat dan meyakini bahwa perkara tersebut merupakan hal yang wajib adalah kemestian, jika tidak dihukumi sebagai orang murtad dan dihukum bunuh. Adapun terhadap orang-orang yang meyakini perihal kewajiban berzakat (hukum zakat itu wajib), akan tetapi enggan membayar atau menunaikan kewajiban tersebut lantaran bakhil dan kikir, maka zakatnya boleh diambil secara paksa oleh pihak pemerintah. Pihak pemerintah mengambil secara paksa lantaran harta zakat tersebut merupakan hak fakir miskin yang merupakan kewajiban yang mesti ditunaikan oleh para wajib zakat.

Khalifah Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu telah memerangi orang-orang yang enggan untuk menunaikan zakat sepeninggal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Saat pernyataan hendak memerangi orang-orang yang membangkang tak mau tunaikan zakat dikemukakan, sempat memicu para sahabat lainnya, seperti Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu, untuk mempertanyakan kebijakan khalifah tersebut. Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu bertanya kepada khalifah, “Wahai khalifah Rasulullah, bagaimana mungkin engkau akan memerangi orang yang bersyahadat bahwasanya tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah dan sementara itu mereka pun orang-orang yang shalat?”

Kemudian Khalifah Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu pun menjawab, “Demi Allah, seandainya mereka membangkangiku (dengan cara tidak mau menunaikan zakat) meski hanya dengan seutas tali, padahal mereka dulu pernah menunaikannya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, niscaya aku akan tetap memerangi mereka. Aku akan tetap memerangi orang-orang yang memisahkan antara shalat dan zakat. Sungguh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ‘Aku diperintah untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Maka, bila mereka mengucapkan hal itu, terpeliharalah dariku darah dan harta mereka kecuali dengan haknya.’ Sungguh zakat termasuk bagian haknya.” (HR. Al-Bukhari no. 1399 dan Muslim no. 20)

Maksudnya, zakat merupakan hak yang tak terpisahkan dengan syahadat لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، مُحَمَّدٌ رَسُولُ الله

Mendengar penjelasan demikian, para sahabat pun merasa puas dan mereka pun mengetahui bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menurunkan kebenaran atas lisan Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu. Kata Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu, “Demi Allah, tiadalah yang ada pada dia (Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu) kecuali bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah melapangkan dada Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu. Maka, aku telah mengetahui sungguh dia itu benar.” (HR. Al-Bukhari no. 1399)

Lantas para sahabat pun bersepakat untuk memerangi mereka dan menghukumi para pembangkang zakat sebagai orang-orang murtad hingga mereka mau membayar zakat kepada khalifah yang terbimbing dan mau tunduk terhadap hukum Islam.

Zakat merupakan perkara yang teramat agung di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Zakat termasuk salah satu kebaikan-kebaikan yang ada pada Islam. Melalui zakat, salah satunya, kebaikan (Islam) itu nampak begitu nyata. Karena dalam ajaran zakat terkandung pesan moral untuk bersikap lemah lembut terhadap para fakir, miskin, dan orang-orang yang memerlukan bantuan. Melalui syariat zakat ini, terpintal hikmah kokohnya jalinan distribusi harta dari para hartawan kepada para fakir yang membutuhkan. Hingga orang-orang yang tidak mampu secara finansial bisa dibantu melalui dana jaminan sosial (istilah sekarang) yang terkumpul melalui penggalangan zakat. Inilah salah satu hikmah adanya zakat. Karena sesungguhnya, harta yang dimiliki seseorang senyatanya merupakan pemberian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bukan atas dasar kemampuan, kekuatan, atau kepandaian yang dimilikinya. Tapi, harta itu semata-mata dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Lantaran itulah, Allah Subhanahu wa Ta’ala memfardhukan kepada orang-orang yang berharta untuk menyerahkan hak saudara-saudara mereka yang tergolong fakir. Yaitu, berupaya menyedekahkan harta yang telah mereka dapatkan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خُلَّةٌ وَلَا شَفَاعَةٌ وَالْكَافِرُونَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafaat. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.” (Al-Baqarah: 254)

Orang-orang yang telah menyerahkan sebagian rezeki mereka adalah orang-orang yang telah dijanjikan mendapat balasan yang baik. Bagi mereka disediakan keutamaan dan karunia dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Firman-Nya:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.” (Al-Baqarah: 261)

Selain itu, tak ada pada jiwa orang-orang kaya, yang membayarkan zakat dengan ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, perilaku mengungkit-ungkit pemberian kepada orang-orang fakir dan bersikap takabur (sombong) kepada mereka. Karena harta yang diserahkan tersebut bukanlah darinya, tetapi merupakan kewajiban yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala bebankan atas dirinya untuk ditunaikan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَى كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian.” (Al-Baqarah: 264)1

Kini, di era arus peralihan ilmu teknologi demikian kencang, sebagian kaum muslimin mulai gencar menaburkan agama bertitik tekan pada logika. Walaupun sebenarnya cara pandang memahami Islam semacam ini tidaklah terlalu baru kalau tidak dikatakan sebagai hal yang telah usang– karena cara pandang memahami agama seperti itu telah dilakukan pendahulunya dari kalangan Mu’tazilah. Khusus dalam menyoroti masalah zakat, ada kalangan yang menyamakan zakat dengan pajak. Seseorang yang telah menyerahkan pajak diyakini telah menunaikan zakat. Melalui kajian hermeneutika terhadap ayat-ayat zakat dalam Al-Qur’an, lantas membuat kesimpulan bahwa zakat sama dengan pajak. Hermeneutika itu sendiri berasal dari bahasa Yunani hermeneuine dan hermenia yang berarti menafsirkan dan penafsiran. Penamaan hermeneutika sendiri tidak lepas dari nama dewa Hermes (Hermeios), yaitu dewa dalam mitologi Yunani kuno yang merupakan anak Zeus dan Maia. Dewa Hermes dikaitkan dengan hermeneutika lantaran dia utusan Zeus yang bertugas menyampaikan dan menerjemahkan pesan Zeus yang masih samar ke dalam bahasa yang bisa dipahami manusia. Dengan demikian, hermeneutika secara bahasa memiliki pengertian menafsirkan atau memberi takwil, yang mengungkapkan arti suatu kata atau teks. Hermeneutika dibakukan sebagai ilmu, metode, dan teknik memahami pesan atau teks pada abad 18 M. Awalnya merupakan bentuk studi terhadap tafsir Bibel (Biblical Hermeneutics) lantas meluas menjadi metode untuk mengkaji semua kondisi apa saja yang memungkinkan lahirnya penafsiran atau takwil yang betul –menurut dugaan mereka- terhadap satu teks atau kata. (Lihat Agar Tidak Menjadi Muslim Liberal, Qomar Su’aidi ZA, Lc, hal. 456-457 dan Zakat=Pajak, Kajian Hermeneutika Terhadap Ayat-ayat Zakat dalam Al-Qur’an, Achyar Rusli, hal. 28)

Kini, metode ini sedang gencar dibiuskan ke tengah kaum muslimin dalam menerapkan pemahaman terhadap ayat-ayat Al-Qur’an atau memaknai satu hadits. Sehingga dengan metode ini, diharapkan muncul satu pemahaman “Islam” yang baru yang keluar dari sistem pemahaman para ulama terdahulu.Melalui metode ini direkayasa sedemikian rupa untuk lahir sebuah tafsir baru dalam agama. Metode hermeneutika sangat getol dipompakan ke tubuh umat Islam oleh kalangan Jaringan Islam Liberal (JIL).

Menurut mereka, pajak sebagai pungutan yang berdasarkan undang-undang dalam pengertian sempit memang hasil proses pemikiran manusia. Namun, kalau dilihat dalam arti yang lebih luas secara hermeneutika atau takwil menurut nash Al-Qur’an dalam Al-Baqarah: 31, dalam konteks ‘allama Adama al-asma’ dalam pengertian Adam adalah manusia yang diajari nama-nama oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Pajak sebagai suatu kata adalah suatu nama yang diajarkan-Nya juga. Sehingga pada batas kesimpulan hubungan zakat dengan pajak, mereka katakan bahwa zakat itu adalah pajak, pajak itu adalah zakat, lain sebutan tapi arti sama.

Pemahaman mereka pun diiringi pula adanya kesamaan dalam sistem zakat dan pajak. Misal, dalam zakat ada istilah muzakki (orang yang menyerahkan zakat) dalam pajak ada istilah wajib pajak, ada jenis-jenis zakat demikian pula ada jenis-jenis pajak, ada kadar zakat (nishab) begitu pula dalam pajak ada batas minimum pengenaan pajak, dalam zakat ada haul juga dalam pajak ada periode pengenaan pajak. (Zakat=Pajak, hal. 109, 160)

Inti dari pemahaman mereka adalah berupaya menalarkan titik persamaan antara zakat dengan pajak secara paksa, sehingga bila disimpulkan, zakat adalah pajak dan pajak adalah zakat, lain sebutan tapi sama arti. Tentu, hal ini merupakan kesimpulan yang teramat sangat dipaksakan. Sebuah hasil pemikiran manusia yang sangat rancu dan batil. Apalagi kesimpulan tersebut dibangun dari sebuah metode hermeneutika yang sebatas menjelaskan dari sisi pesan, teks, atau kata. Tanpa meneropong sebuah ajaran yang dibangun atas dasar iman.

Perlu diingat bahwa zakat adalah kewajiban yang ditetapkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sementara pajak adalah peraturan yang dibebankan negara kepada rakyatnya. Perincian zakat telah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam teknis pelaksanaannya. Demikian juga dalam syariat lainnya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskannya. Karena Al-Qur’an diturunkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkannya agar menjelaskan isi Al-Qur’an tersebut kepada segenap manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur’an, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.” (An-Nahl: 44)

Zakat merupakan ibadah yang wajib ditunaikan oleh seorang muslim yang telah terpenuhi persyaratannya. Maka zakat merupakan bentuk amal guna mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Adapun pajak merupakan peraturan negara yang tidak ada kaitannya dengan ibadah dan upaya mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seorang muslim yang tidak meyakini zakat sebagai kewajiban yang harus ditunaikan, maka dia dihukumi kafir dan murtad dari Islam. Konsekuensi yang seperti ini tentu tidak akan ada pada seseorang yang menunaikan pajak dan tidak meyakininya sebagai sebuah kewajiban.

Ketentuan zakat bersifat universal. Di negara manapun ketentuan tersebut tetap berlaku selama dia menjadi seorang muslim. Berbeda dengan pajak, masing-masing negara memiliki ketentuan dan undang-undang sendiri. Satu negara dengan negara lain berbeda. Selain itu, zakat adalah kewajiban yang bersifat tetap dan terus-menerus berlangsung. Kewajiban zakat itu akan tetap berjalan selagi umat Islam ada di muka bumi. Kewajiban zakat tidak akan dihapus oleh siapapun. Tidak berubah-ubah. Berbeda dengan pajak yang bisa dihapus, misal melalui pemutihan, atau berubah menurut kondisi satu negara.

Melihat sisi-sisi perbedaan yang mendasar seperti di atas, tentu sangat tidak ilmiah sekali bila zakat disamakan dengan pajak. Bagi seorang muslim, hendaknya memancangkan segenap pemikiran, perbuatan, dan keyakinannya ke tiang pancang yang kokoh, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah, selaras pemahaman salaf ash-shalih.

Demikian pula halnya ketika memahami nash-nash Al-Qur’an, hendaknya mengikuti kaidah-kaidah para ulama salaf. Mereka adalah orang-orang yang memiliki otoritas untuk membimbing umat sesuai ajaran Islam yang benar yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Kata Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma:

مَنْ قَالَ فِي الْقُرْآنِ بِرَأْيِهِ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

Barangsiapa berbicara tentang Al-Qur’an dengan ra’yu (pemikiran logika)nya, maka siapkanlah tempat duduknya di neraka.” (I’lamul Muwaqqi’in, Ibnu Qayyim, hal. 54)

Wallahu a’lam.

1 Paparan di atas disarikan dari tulisan Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan dalam Tashilul IImam bi Fiqhil Hadits min Bulughil Maram, 3/91-94, dengan beberapa penambahan dari penulis.

Sumber http://www.asysyariah.com Penulis : Al-Ustadz Abulfaruq Ayip Syafruddin, Judul: Zakat Tidak Sama Dengan Pajak

Baca Risalah terkait ini:
0.JENIS-JENIS HARTA YANG DIKENAI ZAKAT
1.Adakah Zakat Gaji Bulanan atau Zakat Penghasilan ?
2.Tunaikanlah Zakat Fitri dan Zakat Harta di Bulan Ramadhan Ini
3.TABEL PERHITUNGAN SEMUA ZAKAT (Klick)
4.ZAKAT TIDAK SAMA DENGAN PAJAK

Straight Path

Ada ungkapan yang mengatakan bahwa, “Orang kuat bukanlah orang menang bergulat, tetapi yang dapat mengendalikan dirinya ketika sedang marah.” Jadi di sini yang memegang peranan penting adalah sabar. Karena hanya dengan kesabaranlah kita dapat mengendalikan diri kita dalam situasi yang menekan (stressful situation). Kesabaran menjadi kunci dalam menghadapi berbagai persoalan hidup yang datang silih berganti. Meski terkadang pahit dan ngetir dalam menjalaninya, namun satu hal yang menyemangati kita untuk terus bersabar adalah buah manis dari kesabaran itu sendiri. Amat disayangkan jika kita tidak dapat meraihnya, karena Allah Swt telah berjanji akan memberikan ganjaran yang sangat besar bagi orang-orang yang bersabar dalam menghadapi ujian-Nya. Inilah firman-Nya, “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, agar kamu beruntung. (QS.Ali-‘Imran [3]:200).

Kemalangan yang menimpa kita, misalnya kerupa kehilangan orang-orang yang amat kita cintai, kehilangan harta benda yang telah lama dan dengan…

Lihat pos aslinya 265 kata lagi

Award, an inspiring gift from LMGS G2

“Akan Kukenang Selalu”

Meskipun sudah membalas pada forum komentar, saya merasa perlu untuk memngungkapkan rasa bangga dan terima kasih saya yang mendalam pada mbak Fatimah Ahmad, atas penghargaan award ini. Karena terus terang saya tidak menyangka penghargaan ini datang pada saya yang baru belajar mengelola blog BBM yang usianya kurang lebih baru 1 tahun.Semoga ini bisa menjadi motivasi dalam mengisi dan memperkaya blog menjadi lebih baik lagi ke depan. Terima kasih yang amat tulus dari saya untuk mbak Fatimah Ahmad di Sarikei-Sarawak. Read More

Perjalanan Mencari Cahaya

loncengkecil

image

Hari ini aku teringat seorang teman lama. Kami pernah sebangku saat usia sekolah, dan beberapa tahun yang lalu aku mendengar kabar duka darinya. Semoga Allah merahmati, meridho-i amal saleh dan mengampuni dosanya, aamiin..

Ada kenangan tersendiri saat aku berteman dengannya. Pernah di suatu siang seusai jam sekolah, ia memberikanku sepucuk surat untuk kubaca di rumah. Saat itu aku menerima suratnya sambil mengernyitkan dahi. Maksudku, jika ada sesuatu kenapa tidak bilang saja secara langsung, toh kita sebangku. Tapi ya sudahlah, mungkin dia punya pertimbangan sendiri.

Lihat pos aslinya 866 kata lagi

Happy Anniversary

Happy Anniversaryanniversary-1x
Happy Anniversary

You registered on WordPress.com 1 year a g
Thanks for flying with us.
Keep up the good blogging !

Thanks so much to WordPress.com for appreciating. Read More

Trophy Gallery

Trophy Gallerylikeable-blog-50-1xfollowed-blog-5-1xpost-milestone-20-1x “Hebat, anda seorang penerbit yang produktif. Lihatlah semua prestasi yang telah anda peroleh hingga saat ini. Mungkin anda dapat menuliskannya di blog”.

Ungkapan dalam kutipan di atas merupakan dorongan sekaligus penghargaan dari WordPress untuk Blog “BBM” (Butir-Butir Mutiara) dan blog-blog turunannya atas prestasi yang telah diukir hingga saat ini sekecil apapun adanya. Apa yang diberikan oleh WordPress ini sangatlah berarti bagi blog owner untuk menambah semangat dan motivasi dalam mengisi dan memperkaya “Butir-Butir Mutiara” dengan kreasi dan inovasi yang lebih baik lagi ke depan. Inilah beberapa hal (prestasi) yang telah dicapai sejauh ini dan akan saya rincikan berdasarkan kategori seperti ini :

  • Kategori “Like” :

Pada tanggal 16 Pebruari 2014 memperoleh 16 likes pada Blog “Butir-Butir Mutiara” Pada tanggal 16 Pebruari 2014 memperoleh 5 likes pada Blog “Straight Path” Pada tanggal 17 Pebruari 2014 memperoleh 20 likes pada Blog “Butir-Butir Mutiara” Pada tanggal 18 Pebruari 2014 memperoleh 5 likes pada Blog “Sharing Space” Pada tanggal 18 Maret 2014 memperoleh 50 likes pada Blog “Butir-Butir Mutiara” Di mana berdasarkan catatan WordPress, bahwa data penyuka terbanyak dalam satu hari (most likes in one day) adalah pada hari Senin, 24 Maret 2014 yaitu sebanyak 28 penyuka melampaui rekor sebelumnya yang hanya 21 penyuka. Dan pada tanggal 17 Pebruari 2014 sebanyak 28 penyuka melampau rekor sebelumnya yang hanya 4 penyuka postingan pada blog Butir-Butir Mutiara.

  • Kategori “Postingan” :

Pada tanggal 7 Maret 2014 membuat 1 postingan pada blog “Little Dream” Pada tanggal 11 Maret 2014 mencapai 20 postingan pada blog “Butir-Butir Mutiara”

  • Kategori “Follows” :

Pada tanggal 19 Maret 2014 mendapat 5 follows pada blog “Butir-Butir Muitara”.   Pencapaian ini tentu belumlah seberapa dan bahkan tidak ada apa-apanya jika diukur dari perspektif blog-blog yang sudah ber-kelas master atau mumpuni dan karena itu tidak perlu dibandingkan dengan mereka. Yang paling penting dan utama adalah nilai penghargaan yang telah diberikan untuk terus dihargai dan beri makna.Terima kasih WordPress, thanks so much for appreciating.

https://twitter.com/MTLovenHoney/status/471463187292778497

https://id.wordpress.com/trophy-case

Bertegur-Sapalah Dengan Tetangga

Dalam hidup ini seringkali ada orang atau sebagian orang yang menganggap dirinya bisa memenuhi kebutuhan atau keinginannya tanpa bantuan orang lain. Padahal anggapan seperti itu sama sekali keliru, karena memang tidak mungkin kita bisa mendapatkan segala keperluan kita tanpa uluran tangan orang lain utamanya kerabat dan tetangga kita. Tapi kenyataannya memang ada saja orang-orang yang masih beranggapan keliru seperti itu, seperti yang akan saya ceritakan kembali berikut ini.

Dia (mereka) tinggal di lingkungan yang kurang begitu peduli (cuek) dengan tetangga. Mereka kurang saling mengenal. Bahkan ketika tetangga yang tinggal hanya beberapa rumah dari mereka meninggal dunia, mereka enggan takziah, karena merasa amat kaku kalau harus bertemu dan berbasa-basi dengan orang-orang di lingkungannya. Read More

Peliharalah Iman, Karena Ia Adalah Energi Hidup itu Sendiri

Hanya ada satu cara untuk mensucikan hati dan mengusir kecemasan di saat tertimpa  bencana dan kesulitan adalah dengan keyakinan dan keimanan yang sempurna kepada-Nya, Rabb segala sesuatu.

Kehidupan ini tidak lagi memiliki arti dan makna yang hakiki jika keimanan dalam hati kita telah tiada. Orang yang celaka bukanlah orang yang kehilangan harta benda, kekuasaan dan jabatan karena kesulitan yang menimpanya. Tetapi orang yang celaka adalah orang yang kehilangan keimanannya karena kesulitan itu. Betapa hinanya kehidupan ini tanpa keimanan. Read More

Hadapi Kesulitan Dengan Ketenangan Jiwa

Jangan panik, hadapi kesulitan dengan jiwa yang tenang. Kesalahan kita menghadapi kesulitan biasanya karena kepanikan kita yang berlebihan. Akibatnya, kita pun terjebak dalam sikap dan tindakan yang emosional. Padahal emosi yang sedang membuncah akan mengalahkan kesadaran diri dan melahirkan tindakan-tindakan yang tidak terkontrol, sehingga menimbulkan kesulitan-kesulitan baru yang tentu akan semakin menambah bobot kesulitan yang ada. Baca lebih lanjut

Jangan Habiskan Energi Untuk Mengejar Kehidupan Dunia

Kehidupan ini tidak pernah sepi dari kesulitan. Selalu ada bencana baru yang menjadikan kita tertekan, yang mengakibatkan naiknya tekanan darah memikirkan semuanya. Mungkin bencana itu berupa naiknya harga-harga kebutuhan primer kita, atau banjir dan kemarau panjang yang mengakibatkan seluruh tanaman kita gagal panen, atau kebakaran yang menghanguskan seluruh harta dan tempat tinggal kita. Semua itu, jika selalu menjadi fokus perhatian dalam kehidupan kita maka selamanya kita akan tersiksa. Baca lebih lanjut

Ciptakan Kebahagiaan di Saat Kesulitan

Di antara anugerah terindah yang kita miliki adalah mempunyai hati yang tenang, tenteram dan bahagia. Karena dalam kebahagiaan, akal menjadi jernih dan seseorang akan terdorong untuk melakukan tindakan yang dinamis dan positif sehingga ia akan menjadi manusia yang produktif.

Kebahgiaan adalah seni yang bisa dan harus dipelajari. Jika kita mempelajarinya, maka kita akan mendapatkan berkah dalam hidup ini. Namun bagaimana kita mempelajarinya? Baca lebih lanjut

Ambillah Sisi Baik dari Setiap Kesulitan

Kesulitan tidak selalu negatif dan bukan sesuatu yang selamanya harus kita benci. Ada sisi-sisi positif di mana kita dapat mengambil keuntungan dari kesulitan tersebut. Orang yang terampil memanfaatkan sisi positif itu, ia akan mampu mengubah kekalahan menjadi kemenangan, mengubah kesulitan menjadi prestasi. Sedangkan orang yang tidak terampil akan semakin mempersulit dirinya dengan kesulitan yang telah ada.

Ketika Rasulullah saw dipaksa untuk meninggalkan Makkah, beliau tidak malah berhenti berdakwah. Beliau justru melanjutkannya di Madinah, dengan membangun fondasi Islam di sana, sehingga kota itu diliputi cahaya dalam waktu yang sangat singkat. Selain Rasulullah saw, sejarah telah mencatat banyak orang yang telah berhasil dan menghasilkan karya-karya besarnya di tengah kesulitan dan penderitaan yang mereka alami. Imam Ahmad, contohnya. Ia pernah menghadapi kesulitan luar biasa dengan penyiksaan yang sangat kejam, tetapi ia mengubah siksaan itu menjadi kebaikan sehingga ia dapat melaluinya dan kemudian menempatkan dirinya sebagai salah seorang imam madzhab yang sangat berpengaruh. Baca lebih lanjut

Agar Kesulitan Berganti Kenikmatan

Kesulitan adalah sunnatullah, yaitu suatu hukum yang telah ditetapkan Allah secara permanen. Rela atau terpaksa, mau atau tidak, kita pasti akan menghadapi kesulitan tersebut, dengan berbagai tingkatan dan bobotnya masing-masing. Harus kita sadari bahwa realitas hidup yang kita jalani ini adalah pergulatan menghadapi kesulitan. Tak seorang pun yang bisa lepas darinya, karena ia telah menjadi milik kita semua.

Allah telah menggariskan hal ini dalam firman-Nya, “Dan pasti kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang bersabar.” (QS.AL-Baqarah :155) Baca lebih lanjut

Empat Kunci Ketenangan Hidup

Ulama besar Al Imam Al Hasan Al Bashri mengatakan, “Aku bisa tenang menjalani hidup ini karena empat hal” :

Pertama, aku tahu bahwa rezekiku tidak akan jatuh ke tangan orang lain, maka hatiku menjadi tenang.

Kedua, aku tahu bahwa tugasku tidak akan dikerjakan orang lain, maka aku sibukkan diriku dengan nya.

Ketiga, aku tahu bahwa Allah selalu melihatku, maka aku malu jika aku menjerumuskan diriku dalam lumpur dosa. Dan

Keempat, aku tahu bahwa ajal itu pasti datang, maka aku selalu bersiap-siap menantinya.   (Al Imam Al Hasan Al Bashri)

 

https://twitter.com/MTLovenHoney/status/471667567195467776

Selain empat kunci ketenangan jiwa di atas, nikmati juga indahnya Wisewords “butir-butir mutiara”. Dan pada “Butir-butir mutiara” yang boleh anda pilih judulnya sesuai dengan keinganan anda di Pearl Grains ini, selamat membaca.

Sungguh “Mahal” Biaya Sebuah Pelajaran Itu.

Sekitar tiga tahun yang lalu, setelah lulus SMU dan karena keinginannya untuk segera mandiri, ia berusaha mencari pekerjaan. Ia berdo’a kepada Allah agar jalan mencari pekerjaan dimudahkan. Tidak tangung-tangung, berpuluh-puluh lamaran ia kirim. Tapi ternyata, tidak satupun mendapat respon. Dia mencoba bersabar dan berpikir positif, tentu masih ada kesempatan lain.

Tak lama kemudian, ia mendapat kabar gembira dari orang tua. Mereka mendapat informasi dari bibinya bahwa ada lowongan di sebuah perusahaan BUMN. Ia senang sekali. Karena saat itu ia masih tinggal terpisah dengan orang tua, maka iapun segera bergegas merapihkan pakaian dan pulang. Baca lebih lanjut

Mengadulah Pada-Nya di Sini

Kepada siapa kita akan menyampaikan ragam beban dan persoalan hidup ini? Tidak ada yang bisa menjadi sandaran semua permasalahan hidup, kecuali kita bersandar kepada Yang Menciptakan hidup, Yang Maha Mengetahui dan Maha Memiliki Kekuasaan.

Bila kita melihat diri berada di hadapan kebesaran dan keagungan Allah, secara fitri kita akan merasakan kerendahan dan kehinaan diri di hadapan Allah swt. Persis seperti orang yang menganggap dirinya kecil dan tiada arti di hadapan seorang cendekiawan atau tokoh penting, akan segera timbul perasaan yang memaksanya untuk menghormati dan mengagungkan orang itu. Baca lebih lanjut

Raihlah Rasa Aman dan Tenteram di Sini

Shalat, sebagimana disyariatkan oleh Islam, bukanlah sekedar hubungan ruhani.Shalat dengan adzan dan iqamat, dan peraturannya, di masjid-masjid atau di rumah-rumah, dengan kebersihan dan suci, dengan penampilan yang rapi, menghadap ke arah kiblat, dengan ketentuan waktunya dan kewajiban-kewajiban lain seperti tilawah, bacaan, gerakan, yang dimulai dengan takbir dan diakhir dengan salam, semuanya pasti memiliki nilai.Lebih dari sekedar rutinitas ibadah. Shalat merupakan sistem hidup, cara pembinaan dan pendidikan yang sempurna, yang meliputi kebutuhan fisik, akal dan hati. Itulah sebabnya Rasulullah saw, jika ditimpa sesuatu persoalan atau mengharap sesuatu, ia bergegas melakukan shalat.(HR.Ahmad)

Perumpamaan untuk kondisi seseorang di dalam shalat, menurut Ibnul Qoyyim rahimahullah, ada dua. Pertama, seperti orang yang memasuki sebuah gedung istana raja. Baca lebih lanjut

Di sinilah Posisi Terdekat Kita Dengan Allah

Shalat adalah medium yang menghubungkan kita dengan Sang Pencipta, Allah Swt. Kala kita berdiri dalam shalat, tandanya kita tengah menghadap Allah Swt, dengan mengucapkan lafadz-lafadz dzikir dan do’a sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah saw dalam shalat. Karenanya, shalat bukanlah sekedar aktivitas fisik tanpa aktivitas batin. Shalat harus dilakukan dengan penuh kesadaran, kerendahan hati, penuh kesadaran akan pengawasan dari Allah swt. Baca lebih lanjut

Ambillah Semua Kebahagiaan di Sini

Mereka Yatim Piatu Dan Masih Kecil-Kecil.

Dunia memang aneh dan penuh dengan selimut misteri. Misteri dunia yaSungguhng memang sudah menjadi rahasia Allah ini, hendaknya membuat manusia senantiasa waspada, mengontrol segala aktivitas, baik aktivitas yang positif maupun yang negatif. Sebab kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada diri kita esok hari. Kadang kala, tanpa diduga dan tanpa dinyana, kita dipertemukan dengan suatu peristiwa yang membuat hati kita tersentuh, terenyuh dan tergugah lalu kemudian melakukan satu kebaikan yang lebih besar dari sebelumnya.

Peristiwa yang sempat menyentuh perasaan ini, pernah dialami oleh seorang tokoh sufi yang bernama Abdullah bin Mubarrak. Pada suatu ketika dia pergi menempuh perjalanan untuk melaksanakan ibadah haji sunat. Sebab ia telah melakukan ibadah haji fardu pada tahun sebelumnya dan pada tahun ini ia melakukan ibadah haji sunat. Baca lebih lanjut

Deburan Ombak di Pantai Tirrenia

loncengkecil

Siang itu kami melanjutkan perjalanan menuju kota Pisa.
Kecantikan Venesia masih jelas terbayang di pelupuk mataku. Manisnya kenangan tentang Venesia sama seperti manisnya Meringue raksasa yang aku beli di toko snack dekat stasiun Santa Lucia.
Perjalanan dari Venesia menuju ke Pisa membutuhkan waktu tempuh sekitar 4 jam lamanya.

Kami langsung menuju hotel di bilangan tepi pantai Tirrenia yang letaknya kurang lebih 20 kilometer dari pusat kota Pisa. Loh, kok nginepnya di Tirrenia? Iya, soalnya kangen pengen lihat pantai. Selain itu, hotel di pusat kota Pisa kebetulan fully booked. Hehehehee…

Kami menginap di Hotel Grand Continental. Letak hotelnya persis di tepi pantai Tirrenia. Pihak hotel menyediakan family room yang cukup luas untuk kami berlima lengkap dengan connecting door. Pemandangan dari balkon kamar terlihat indah sekali. Pelayanan yang diberikan oleh pihak hotel pun bisa dibilang memuaskan.
Jika boleh memberikan review, aku memberikan 4,5 bintang dari 5 bintang yang ada. 🙂

image

Setelah…

Lihat pos aslinya 322 kata lagi

ASEAN (Association of Southeast Asian Nations)

Adzila Ai

unduhan

Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (Perbara) atau lebih populer dengan sebutan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) merupakan sebuah organisasi geo-politik dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang didirikan di Bangkok, 8 Agustus 1967 berdasarkan Deklarasi Bangkok oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya, memajukan perdamaian dan stabilitas di tingkat regionalnya, serta meningkatkan kesempatan untuk membahas perbedaan di antara anggotanya dengan damai.

Lihat pos aslinya 493 kata lagi

Cara Unik Memperunik Tampilan Blog WordPress

hdsusanto

Untuk mengubah style pada blog yang di-host oleh WordPress biasanya kita harus meng-upgrade keanggotaan. Setelah menjadi anggota premium maka kita dapat menyempurnakan tampilan blog sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Dengan segala keterbatasan, tanpa meng-upgrade menjadi anggota premium, kita juga bisa menghias tampilan blog kita menjadi lebih unik dibanding blog lain yang mengunakan tema sama.

Lihat pos aslinya 431 kata lagi

Pernyataan Nabi SAW. Terhadap Sahabatnya Sebagai Penghuni Surga

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan An Nasa’i, dikisahkan bahwa Anas bin Malik bercerita, “Pada suatu hari kami duduk dalam sebuah majelis bersama Rasulullah SAW. Pada kesempatan itu, beliau bersabda, “Sebentar lagi akan muncul di hadapan kalian seorang laki-laki penghuni surga. “Tak lama berselang, muncullah laki-laki Anshar yang janggutnya basah karena air wudhu’,”kisah Anas.

Keesokan harinya, lanjut Anas, Rasulullah Saw mengatakan hal yang sama. “Akan datang seorang laki-laki penghuni surga.” Tak lama berselang, muncullah laki-laki yang sama pula. Baca lebih lanjut

Akankah Kita Dipertemukan di Surga Kelak?

Sebuah pertanyaan yang menarik. Menarik-nya, karena tentu kita semua ingin mengetahui apakah benar kita akan dipertemukan nanti di surga dengan orang-orang yang kita cintai, utamanya keluarga kita. Namun demikian, kita tidak dapat mengetahui apa yang akan terjadi di surga nanti, kecuali lewat pemberitahuan resmi dari Allah Swt atau lewat Rasulullah Saw. Kita tidak akan pernah tahu apakah nanti kita akan dipertemukan lagi dengan keluarga atau tidak, kecuali melalui penelusuran ayat demi ayat di dalam Al Qur’an atau lembar demi lembar kitab hadits nabawi.

Dan alhamdulillah, ternyata di dalam Al Qur’an Al Karim, terdapat satu ayat di mana Allah Swt memberikan keterangan tentang orang-orang yang beriman dengan keluarga mereka di surga. Yaitu seorang yang telah masuk surga, diberikan kenikmatan tambahan, yaitu dikumpulkannya bersama keluarganya di surga.
Read More

Simpanan Yang Tak Pernah Habis

Logika dari sebuah simpanan, apapun itu bentuknya pasti akan tiba masa habisnya. Apalagi jika simpanan itu berupa harta benda dunia. Sebab segala sesuatu yang bersifat duniawi, tak akan kekal adanya. Tak terkecuali dengan raga manusia. Seiring dengan berlalunya waktu, maka raga manusiapun akan habis dimakan usia.

Lain dengan harta benda yang kita punya, yang kita sedekahkan kepada orang yang sedang membutuhkan, lebih dari kebutuhan kita. Maka apa yang kita sedekahkan itu akan menjadi simpanan yang tak akan pernah habis (kebalikan dari logika sebelumnya).Semakin sering dan semakin banyak kita bersedekah,akan semakin membukit saja simpanan kita. Jika kita adalah orang beriman, maka simpanan itu akan kita panen di hari perhitungan kelak, dimana orang yang tidak mempunyai simpanan (tidak pernah bersedekah) sedikitpun, pasti akan mengalami berbagai kesengsaraan di sana. Memang saat ini, ketika masih hidup aman dan tenteram di dunia, orang tak akan merasa, bahkan kekikirannya nanti akan membelit dirinya di alam akhirat. Read More

Sepuluh Bunga Hidup Bahagia

Digambarkan sebagai bunga karena memang ia memiliki tabiat dan sifat yang harum semerbak dan disukai oleh siapapun yang memiliki jiwa yang murni dan pikiran yang jernih. Demikianlah Allah menjelaskan keadaan orang-orang yang digambarkan-Nya sebagai bunga-bunga yang akan selalu bahagia hidupnya baik di dunia maupun di akhirat kelak, yaitu mereka yang :

  1. Read More

Terimalah Pemberian Allah Dengan Rela Hati

Tulisan ini adalah kutipan dari Buku La Tahzan karya ‘Aidh Qarni, semoga beliau diberi Allah umur panjang..amin. Iniliah sebagian dari tulisan beliau :

Sebelumnya, hal ini telah banyak dijelaskan perihal beberapa makna dan faedah dari kerelaan hati seseorang dalam menerima setiap pemberian atau ketentuan Allah. Namun, kali ini saya akan membahasnya secara lebih panjang lebar untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik. Singkatnya, makna sikap ini adalah bahwa anda harus rela hati dan puas dengan setiap pemberian Allah; baik itu yang berupa raga, harta, anak, tempat tingal ataupun bakat kemampuan. Dan, makna inilah yang tersirat dalam ayat Al Qur’an berikut, Read More

Seni Bergembira

Banyak orang mengatakan, bahwa kegembiraan merupakan seni. Karena itu ia bisa dipelajari. Artinya, siapa yang mengetahui cara memperoleh, merasakan dan menikmatinya, maka ia akan dapat memanfaatkan pelbagai kenikmatan dan kemudahan hidup. Di antara kenikmatan terbesar adalah kegembiraan, ketenteraman, dan ketenangan hati. Sebab dalam kegembiraan hati itu terdapat keteguhan pikiran, produktivitas yang baik dan keriangan jiwa.
Adapun modal utama untuk meraih kebahagiaan adalah kekuatan atau kemampuan diri untuk menanggung beban kehidupan, tidak mudah goyah oleh goncangan-goncangan, tidak gentar oleh peristiwa-peristiwa, dan tidak pernah sibuk memikirkan hal-hal kecil dan sepele. Begitulah, semakin kuat dan jernih hati seseorang maka semakin bersinar pula jiwanya.
Read More

Yang Penting Day-to-Day Process.

Eric E Hallett,(49),Ekspatriat asal Washington,USA: ” Suatu ketika saya ingin naik Bis dari Lebak Bulus menuju ke Sudirman. Saya mendapat tempat duduk paling belakang dekat dengan pintu keluar. Dan seperti biasanya, bis di Jakarta selalu penuh dengan penumpang. Lorong tengah bis sudah sangat sesak dengan penumpang. Alhamdulillah, saya saya mendapat tempat duduk di kursi paling belakang dekat pintu keluara masuk.Kemudian, ada seorang anak muda yang berdiri di depan saya, berpegangan pada tiang besi yang ada di dekat pintu belakang bis. Awalnya masih ada jarak dengan anak muda itu, Namun, lama kelamaan, anak muda itu terdesak dan pantatnya terus mendesak ke arah muka saya. Sampai akhirnya, karena tidak kuat berpegang pada tiang besi itu, anak muda itu pun terjatuh duduk di pangkuan saya sambil berkata, “Maaf…., maaf.” Saya jawab, “Ok, it’s oke.” Dalam pikiran saya kalau di Amerika sudah saya marahin anak muda itu, tapi saya harus mencoba beradaptasi dengan orang sini. Read More

Ingat Selalu Akan Diri Kita

Hidup ini adalah perjalanan panjang. Tetapi dalam keseharian kita ada perjalan-perjalanan singkat yang memaksa kita keluar dari rumah. Hidup ini juga merupakan pertarungan-pertarungan besar. Tetapi dalam keseharian kita ada pula pertarungan-pertarungan kecil yang tidak semestinya menyita banyak energi dan perhatian, apalagi sampai mengakhiri hidup kita yang belum banyak memberikan arti buat diri kita sendiri

Oleh karean itu, perjalanan-perjalanan singkat yang mengharuskan kita keluar rumah, semestinya dihindarkan dari pertarungan-pertarungan yang tidak perlu, yang bisa jadi akan memberikan banyak kerugian. Dan agar itu bisa terwujud dalam setiap langkah kita, hal-hal berikut mudah-mudahan bisa menjadi pengingat. Read More

Indahnya Surga

Masuk surga adalah cita-cita dan harapan semua manusia. Namun hanya Islamlah satu-satunya agama yang menjamin akan mengantarkan mereka masuk surga. Surga adalah tempat kembali yang digambarkan di dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits begitu indah,  Namun keindahan yang tergambar cukuplah sebatas mewakili pesan Allah SWT secara sederhana yang ingin disampaikan kepada kaum muslimin agar dengan mudah memahami sehingga benar-benar termotivasi untuk beramal dan masuk surga

Akan tetapi keindahan yang sesungguhnya akan didapat oleh penghuninya adalah jauh lebih nikmat daripada yang digambarkan, karena keadaan akhirat, sebagaimana hadits Rasulullah SAW merupakan keadaan yang belum pernah dipandang mata, didengar telinga dan keadaan yang belum pernah terbayangkan…semoga kita diperkenankan oleh Allah untuk masuk surga-Nya. Read More

“Mutiara dalam Hatiku”

Hikmah Perjalanan Seorang Insan

Tahun 1998, merupakan tahun bersejarah bagi Indonesia dan bersejarah pula bagi perjalanan hidupku. Betapa tidak, aku yang sudah kehilangan arah, seolah menemukan secercah cahaya kebaikan untuk mengembalikan jalur hidup ini pada sesuatu yang lebih berarti.

Kegersangan dalam hidupku seolah sedikit demi sedikit terlepaskan melalui kesegaran telaga tarbiyyah yang menggugah. Ya, saat itulah titik balik perbaikan diri dimulai.

Saat itu, beberapa hari setelah ku melanjutkan studi di sekolah itu, ku bertemu dengan sosok kakak yang memiliki peran ganda. Ia sebagai kakak pengayom dan sekaligus sebagai guru pembimbing spiritualku. Dengan perawakan yang ideal, tidak tinggi dan tidak pula pendek, berbadan tegak dan pandangan penuh kewibawaan. Ia, guru spiritualku yang pertama, Kang Helmy Bachtiar Riva’i.

Sosok bersahaja itu, selalu mengisi hari-hariku di sekolah dengan siraman ruhani yang begitu menggetarkan. Semakin hari, hati ini semakin terikat kuat. Kharismanya seolah menyihirku untuk terus melakukan perbaikan hidup menuju jalan yang diridhai Allaah.

Kata-kata sederhananya, menjadikan ilmu-ilmu…

Lihat pos aslinya 93 kata lagi

Hebatnya Istriku…

ats tsaqofi

Ats TsaqofiBuatku, ibunya Tsabit (istriku) memang luar biasa. Tidak pernah mengenal lelah, tidak pernah mengeluh dan selalu sabar dalam berbagai aktivitasnya.

Sebagaimana istri dan ibu-ibu yang lain setiap pagi hari, dia selalu menyiapkan sarapan pagi, terkhusus untukku. Karena aku mau pergi beraktivitas. Kemudian, memandikan Tsabit, merawat, menyapu  rumah, dan seabreg kegiatan lainnya. Dia juga ikut aktif mengajar di salah satu madrasah terhebat di Desa Kaliajir Kecamatan Purwonegoro, Banjarnegara. Tanpa mengenal lelah, terus berjuang.

Sabar selalu menjadi kata kuncinya, ketika Tsabit rewel, ngompol, minta ini, minta itu, minta dikipasi, minta mimi, gak mau mandi, dan banyak permintaan anakku lainnya. Kalau tidak segera dituruti, Tsabit bisa menangis sekeras-kerasnya. Hahaha….  alhamdulillah istriku selalu sabar. Kan dia pernah ngajar juga di PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), jadi tahu ilmu seluk beluk anak. Kalau aku kadang emosi, anak rewel, minta ini minta itu, aku biarin saja. Soalnya kadang permintaan Tsabit gak rasional menurut orang dewasa…

Lihat pos aslinya 98 kata lagi