Mari Menyambut Ramadhan Dengan Suka Cita

Hari ini, Selasa 16 Juni 2015, lebih kurang satu hari lagi Ramadhan yang mulia itu akan mendatangi kita, semoga umur kita dipertemukan oleh Allah Subhanahu wata’ala dengan Ramadhan mulia tahun ini dan juga dengan Ramadhan tahun-tahun berikutnya, aamiin,
Q.S Al-Baqarah : 183-184
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (١٨٣)أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (١٨٤)
183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
184. (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka Barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi Makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, Maka Itulah yang lebih baik baginya. dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Diuraikan dalam Hadits Rasulullah SAW tentang Ramadahan:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ
النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِي مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنْ النَّارِ وَذَلكَ كُلُّ لَيْلَةٍ
Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Bila tiba malam pertama bulan Ramadhan para syaithan dibelenggu, maksudnya jin. Dan pintu-pintu neraka ditutup dan tak satupun yang dibuka dan pintu-pintu surga dibuka dan tak satupun yang ditutup. Lalu ada penyeru yang menyerukan: ”Wahai para pencari kebaikan, sambutlah (songsonglah) dan wahai para pencari kejahatan, tolaklah (hindarilah).” Dan Allah SWT memiliki perisai dari api neraka. Dan yang demikian terjadi setiap malam.” (HR Tirmidzi 618).
Ramadhan adalah bulan suci yang selalu dirindukan umat Islam. Keindahan dan kekhusyukan hari-harinya adalah sesuatu yang sulit didapatkan di hari biasa sehingga tak heran kalau di bulan suci ini begitu banyak hal biasa yang menjadi istimewa.Ramadhan menyediakan paket yang kental dengan makanan jiwa, seperti puasa, tharawih, malam Lailatul Qadar hingga kembali ke fitrah dalam Idul Fitri. Ibadah di bulan Ramadhan memiliki nilai spiritual yang menjanjikan pelakunya mendapatkan kebahagiaan batin.
Maka, semangat menyambut Ramadhan itulah yang juga harus ada dalam jiwa kita, sejak Rajab lalu, kita telah menyediakan ruang suka cita dalam dada kita untuk bertemu dengan Ramadhan.
1. Persiapan ruhiyah/mentalitas
Amalan hati, yaitu niat menyambut bulan Ramadhan dengan lapang hati (ikhlas) dan gembira. Karena hal itu dapat menjauhkan diri dari api nereka. Sebuah hadits (dalam Durrotun Nasihin) menjelaskan dengan.
مَنْ فَرِحَ بِدُخُولِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلىَ النِّيْرَانِ
“Siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka”.
Persiapan ruhiyah dengan cara membersihkan hati dengan niat yang ikhlas. Dan membangun ketenangan jiwa dengan memohon maaf kepada sahabat, kerabat dan handai tauland, atas segala keselahan yang pernah terjadi baik yang disengaja dan tidak disengaja. Agar hati kita lebih lapang, dan tanpan beban untuk menyambut bulah penuh ampunan.
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan mengharap perhitungan (pahala) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaq ‘Alaih)
2. Persiapan fikriyah dengan Ilmu .
Bekal ilmu pengetahuan agama terutama yang terkait secara langsung dengan amaliyah di bulan Ramadhan. Tentang kewajiban puasa, keutamaan puasa, hikmah puasa, syarat dan rukun puasa, hal-hal yang membatalkan puasa, serta sunnah-sunnah puasa. Juga tarawih, i’tikaf, zakat, dan sebagainya.
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ
Barangsiapa yang dikehendaki Allah akan kebaikan maka ia difahamkan tentang (ilmu) agama(Muttafaq ‘Alaih)
Dan senada dengan hadits Rasulullah yang lain “Sekiranya manusia mengetahui kebaikan-kebaikan yang terdapat di bulan Ramadhan, tentulah mereka mengharapkan agar seluruh bulan adalah bulan ramadhan”[HR. Ibnu Huzaimah]
Maka kegembiraan yang besar orang yang menyambut Ramadhaan dilandasi pengetahuannya tentang Ramadahan, antara lain:
a. Mengetahui sepenuhnya keutamaan puasa Ramadhan dan buahnya dalam menghapus dosa-dosa dan menutupi kesalahan-kesalahan
b. Mengharapkan ridha Allah, merindukan surga-Nya dan melihat wajah-Nya Yang Maha Mulia lagi Maha Indah.
c. Mengetahui bahwa puasa/shaum adalah sumber kebahagiaan dan kegembiraan. Mereka mengetahui bahwa puasa/shaum akan memberi mereka syafa’at di hari kiamat kelak.
d. Mengetahui akan manfaat puasas/shaum bagi maslahat rohani, psikis, jasmani, dan sosial.
e. Mengetahui akan limpahan rahmat, nikmat, pahala, dan ampunan Allah yang disebar sepanjang siang dan malam bulan Ramadhan.
3. Persiapan jasadiyah/fisik
الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ
Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah (HR. Muslim)
Sebagaimana Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk membiasakan diri memperbanyak ibadah puasa di bulan Sya’ban agar kita dapat mengkondisikan diri, baik dari sisi ruhiyah (rohani) maupun jasadiyah (fisik). Yang amat sangat positif pengaruhnya dan akan mengantarkan kita dalam menyambut Ramadhan dengan berbagai ibadah dan amalan yang disunnahkan.
4. persiapan maliyah/harta.
Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah, ringan tangan selama Ramadahan dengan memperbanyak infaq, memberi ifthar (buka puasa) orang lain dan membantu orang yang membutuhkan justru memerlukan sejumlah dana. Dan saatnya mengeluarkan kewajiban Zakat bagi yang memiliki harta yang telah mencapai nishab dan haul (satu tahun). Bahkan, bagi yang mampu berumrah di bulan Ramadhan, yang demikian merupakan ibadah yang bernilai luar biasa; seperti nilai haji bersama Rasulullah SAW.
Marhaban Ya Ramadhan Ya Syahrul Syiam 3x …
Selamat datang Ramadhan, bulan penuh ampunan …
Selamat datang Ramadhan, bulan penuh ganjaran …
Mari kita menyambut dengan hati gembira …
Mari kita menyambut dengan hati bahagia …
(Marhaban Ya Ramadhan : Haddad Alwi feat Anti)
Semoga di tahun ini kita masih dapat bertemu dan bersama Ramadhan. Semoga di sisa umur yang ada kita dapat menghiasi hari-hari Ramadhan yang ada dengan amal ibadah, baik bersifat pribadi maupun sosial. Sehingga mudah-mudahan kita tercatat di sisi Allah Subhanahu wata’ala sebagai hamba yang bertakwa, aamiin.

Iklan

Ukir jejak sahabat di sini

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s