Ya Allah, Sempurnakanlah Untuk Kami Cahaya kami

Betapa pentingnya cahaya dalam gelap. Betapa berharganya secercah cahaya di tengah gulita. Betapa mahalnya memiliki pelita cahaya yang bisa menuntun kita berjalan di antara gelap yang tak menyisakan sinar sama sekali.

Di hari akhir yang gelap gulita nanti, hanya orang-orang beriman yang memiliki cahaya. Yang dengan sinar cahaya itu, mereka sangat tertolong untuk meniti perjalanan melintasi ash shiraat (jembatan). Itulah salah satu dari dua cahaya yang disebutkan Sayyid Quthub dalam kitab Fii Dzilaali Al Qur’aan. 

Ia menyebutkan dua kategori cahaya, pertama, adalah nuur hissy atau cahaya materil berupa cahaya Allah swt yang menyinari semua alam semesta. Tanpa Nuur Allah, maka alam semesta ini gelap gulita dan tak ada yang dapat dilihat. Kedua, adalah nuur ma’nawi atau cahaya immateril. “Ia adalah cahaya yang terbit dalam hati orang beriman dari Al Qur’an dan sunnah Rasulullah saw yang menyinari hati, pendengaran dan penglihatan hamba Allah yang beriman. lalu cahaya itu pula yang akan menjadi penerang seorang hamba di dunia dan akhirat.(Fii Dzilalil Qur’an, Sayyid Quthub,6/3485)

Ya. Cahaya itulah yang disinggung oleh Allah swt dalam firmanNya surat Al Hadiid ayat 12. “Yaitu pada hari ketika kalian melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedangkan cahaya mereka bersinar di hadapan dan disebelah kanan mereka. (Dikatakan kepada mereka): “Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar.”

 Betapa benderangnya secuil cahaya yang diperoleh di tengah gelapnya kiamat. Saat sinar cahaya berkilauan dan menerangi jalan orang-orang beriman, sementara di sekeliling mereka hanya kegelapan di atas kegelapan. Betapa besar rasa syukur orang-orang yang mendapatkan cahaya dan mendengar berita gembira dari Allah swt, tentang kenikmatan surga yang tak pernah bisa tergambarkan dSulaiman Chey, Managing Director S-Net MM2100 Cikarang.

Ini adalah informasi tentang kondisi kaum mukminin yang shadiq di hari kiamat. Bahwa amal-amal merekalah yang menyebabkan mereka memiliki cahaya, yang memandu mereka berjalan di tengah gelapnya hari itu. Dalam sebuah atsar, Abdullah bin Mas’ud ra pernah mengatakan, “Sebatas amal-amal yang mereka kerjakan, mereka  meliwati ash shiraat (jembatan). Di antara mereka ada yang sinarnya.serupa gunung dan ada pula sinarnya serupa lebah.Ada yang sinarnya seperti seorang yang berdiri. Ada yang sinarnya sangat rendah yakni hanya pada jemarinya saja, terkadang mati dan menyala.”

Adh Dhahak mengatakan, “Tak seorangpun yang diberikan cahaya di hari kiamat. Jika mereka telah tiba di ash shirat, cahaya untuk orang munafiqin dimatikan. Lalu ketika kondisi mereka terlihat oleh orang-orang, mereka berharap agar cahaya mereka  tidak dimatikan sebagaimana cahaya orang-orang munafiqin itu. Mereka lalu berucap, “Rabbana atmim lanaa nuuranaa” (ya Allah, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami)

Perhatikanlah bagaimana bunyi firman Allah swt yang menceritakan situasi tersebut. “Pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang beriman yang bersama denganya, sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan, “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. At Tahrim :8)

Orang-orang munafiq, cahaya yang mereka miliki mati saat mereka berada di ash shiraat. Berkata Abul Qashim Ath Thabrani, dari ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw bersabda…”Ketika sampai di ash shiraat, Allah memberikan setiap orang mukmin cahaya dan setiap orang munafiq cahaya. Tapi ketika mereka berada di ntengah-tengah ash shiraat, Allah mematikan cahaya orang-orang munafiq laki-laki dan perempuan, sehingga mereka mengatakan kepada orang-orang mukmin, “Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahayamu.” Lalu orang-orang beriman mengatakan, “Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu).” Lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya ada siksa.” (lihat surat Al Hadiid ayat 13)

Tergambarkah dalam benak kita betapa kesedihan dan hancurnya, orang-orang yang tak mendapatkan cahaya ketika itu saudaraku? Bagaimana dahsyatnya rasa takut dan kengerian mereka orang-orang yang cahayanya dimatikan oleh Allah di tengah gelap gulitanya ash shiraat itu?

Saudaraku,  cahaya orang mukmin adalah salah satu di antara cara atau tanda bagi Rasulullah saw untuk mengenal umatnya. Berkata ibnu Abi Hatim, “Smoga Allah merahmati Abdurrahman bin Jabir. Dia mendengar Abu Darda dan Abu Dzar memberitakan dari Rasulullah saw, “Aku orang pertama yang diijinkan untuk bersujud di hari kiamat. Dan orang pertama yang dijinkan mengangkat kepalanya. lalu aku melihat siapa yang ada dihadapanku, yang di belakangku, yang ada disebelah kananku, yang berada di sisi kiriku. Aku mengenal umatku di antara sekian banyak umat manusia. “Berkatalah seorang sahabat, “Ya Rasulullah, bagaimana engkau mengenal umatmu di antara sekian banyak umat manusia dari zaman Nabi Nuh hingga umatmu?” Ralulullah mengatakan, “Aku mengenal mereka bersinar karena bekas air wudhu, dan hal itu tidak dialami seorangpun selain mereka. Aku juga mengenal mereka karena mereka menerima kitab mereka dari tangan kanan mereka. Aku mengenal mereka dengan tanda-tanda sujud di wajah mereka. Aku mengenal mereka dengan cahaya mereka yang ada di hadapan mereka.” (HR.Ahmad)

Saudaraku, mari tengadahkan tangan dan sama-sama berdoa, “Allahumma atmim lanaa nuuranaa…“Ya Allah, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami…@

Sumber : Tarbawi Edisi Spesial-Rasa, karya, Cinta dari Muslim Berbeda Bangsa.

[

Iklan

Ukir jejak sahabat di sini

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s