Bertegur-Sapalah Dengan Tetangga

Dalam hidup ini seringkali ada orang atau sebagian orang yang menganggap dirinya bisa memenuhi kebutuhan atau keinginannya tanpa bantuan orang lain. Padahal anggapan seperti itu sama sekali keliru, karena memang tidak mungkin kita bisa mendapatkan segala keperluan kita tanpa uluran tangan orang lain utamanya kerabat dan tetangga kita. Tapi kenyataannya memang ada saja orang-orang yang masih beranggapan keliru seperti itu, seperti yang akan saya ceritakan kembali berikut ini.

Dia (mereka) tinggal di lingkungan yang kurang begitu peduli (cuek) dengan tetangga. Mereka kurang saling mengenal. Bahkan ketika tetangga yang tinggal hanya beberapa rumah dari mereka meninggal dunia, mereka enggan takziah, karena merasa amat kaku kalau harus bertemu dan berbasa-basi dengan orang-orang di lingkungannya.

Makin malas mereka bersosialsasi atau bersilaturrahim, makin jauh dengan tetangga. Sewaktu jalan di muka rumah mereka mulai ramai dengan toko-toko yang dibuka tetangga, mereka tetap berbelanja di super market. Selain praktis, juga menghindari kekikukan kalau berbelanja di toko-toko itu.

Hingga tiba suatu malam, dia bersama kakak perempuan tinggal berdua saja di rumah. Orang tua pergi ke rumah saudara. Saat itu sekitar jam 9 malam, mereka menonton tayangan berita di televisi. Ternyata informasinya perampokan disertai pembunuhan. Mereka berdua bergidik. Dan mulai ngobrol ngelantur, kalau ada yang tahu mereka hanya berdua. bisa saja mereka dijahati.

Masih obrolan berlangsung, tiba-tiba dari belakang, mereka mendengar suara, prang! Kaca jendela belakang terdengar pecah berantakan. Setelah itu, pintu belakang digedor berkali-kali. Terdengar teriakan laki-laki, “Buka!…buka!”

Mereka melompat saking kagetnya. Dan gemetar ketakutan. Mereka lari ke pintu depan, terus ke jalan, sambil berteriak minta tolong. Rasanya suara mereka tidak bisa keluar dari kerongkongan karena panik. Tapi ia paksakan. Kakaknya sudah melesat keluar ke toko-toko di depan rumah yang masih ramai, sambil berteriak minta tolong.

Cepat sekali orang-orang berhamburan datang ke rumah mereka. Mereka membawa senjata batu yang dipungut di jalan. Masih ketakutan ia mengajak mereka ke belakang rumah. Semua waspada. Ia bersama kakaknya ikut di belakang mereka. Sampai di belakang, kaca jendela tampak berhamburan di lantai. Tapi tidak ada satu orang pun.

Ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Orang-orang yang siap “menyerbu” pun heran, karena tidak ada orang satu pun, kecuali bekas penyerangan itu. Sebenarnya mereka malu, mereka sampai berlompatan, tapi “malingnya” sudah pergi.

Esok harinya, misteri itu terpecahkan. Ternyata yang melempar kaca dan menggedor pintu, ialah anak salah seorang tetangga, yang salah paham dengan kakak laki-laki mereka. Entah bagaimana awalnya, mereka tersinggung dengan sikap kakaknya, lantas malam harinya mereka lampiaskan kekesalan itu.

Kejadian itu membawa perubahan. Bukan hanya cairnya hubungan kakaknya dengan anak tetangga itu, tetapi juga mereka jadi lebih menyadari pentingnya menghargai tetangga. Karena ketika mereka terkena masalah, toh orang-orang sekitar tanpa tedeng aling-aling membantu. Para tetangga tetap baik, walau hampir tidak mengenal mereka. Sejak itu, mereka tidak mau lagi sungkan bertegur sapa dengan tetangga, tidak malas silaturrahim ke rumah mereka.

https://twitter.com/MTLovenHoney/status/471667567195467776

Iklan

2 comments

    • ar syamsuddin

      Trima kasih tas kunjungannya mbak Ina, iya sbnrnya dah lama juga trofi ini diberikn wordpress, tapi br skrang sy sempat menuliskannya di blog. semga menambah semangat sy berkarya di wp.com ke depan…trims dan smg terjalin silaturrahmi yang bermanfaat ya mbak, amin.

      Suka

Ukir jejak sahabat di sini

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s