Hadapi Kesulitan Dengan Ketenangan Jiwa

Jangan panik, hadapi kesulitan dengan jiwa yang tenang. Kesalahan kita menghadapi kesulitan biasanya karena kepanikan kita yang berlebihan. Akibatnya, kita pun terjebak dalam sikap dan tindakan yang emosional. Padahal emosi yang sedang membuncah akan mengalahkan kesadaran diri dan melahirkan tindakan-tindakan yang tidak terkontrol, sehingga menimbulkan kesulitan-kesulitan baru yang tentu akan semakin menambah bobot kesulitan yang ada.

Karena itu, kita harus menciptakan dan mengembangkan sikap dan suasana yang tenang, sadar dan penuh pengendalian diri. Biarkan kesulitan itu datang sebagaimana lazimnya kesulitan itu harus datang, namun kesadaran kita harus tetap terjaga. Ketika kesadaran kita melemah atau bahkan mungkin lenyap, maka kita akan berjalan di atas ketidaksadaran. Padahal kesadaran adalah lentera, yang cahayanya akan menerangi langkah kita di jalan yang gelap. Bayangkan, jika kita berjalan di malam yang gelap gulita tanpa setitik cahaya pun, tentu kita akan berjalan dengan langkah yang pelan agar kaki kita tidak tersandung dan kita jatuh terjerembab.

Di tengah kesulitan kita tetap harus melangkah. Ya, melangkah dengan tetap memikirkan dampak dari setiap akibat dari tindakan dan keputusan yang kita ambil. Jika kita telah mempertimbangkan resikonya, dan hasil dari tindakan itu adalah keburukan, maka kita tidak akan menyesal, sebab kita telah membuat pertimbangan. Tapi jika kita terburu-buru dan hasil dari tindakan kita adalah keburukan, maka kita akan lebih menyesal.

Jika setiap kesulitan kita hadapi dengan sikap tenang, jauh dari sikap terburu-buru, maka insya Allah, kita akan menemukan kebaikan dibalik setiap kesulitan itu. Karena ketenangan dan kehati-hatian lebih dekat kepada pertolongan Allah. Rasulullah saw bersabda, ” Sesungguhnya Allah itu tenang. Dia mencintai ketenangan. Dan Dia memberi di atas ketenangan apa yang tidak Dia berikan di atas kekerasan (ketergesa-gesaan) dan tidak pula di atas segala sesuatu yang lain selain ketenangan itu.” (HR.Muslim).

Seorang pemuda alim terperangkap dalam maksiat yang sangat ditakutinya karena terburu-buru dalam mengambil keputusan ketika seorang wanita cantik mengurungnya dalam sebuah kamar. Si wanita berjanji melepaskannya jika laki-laki itu bersedia melakukan tiga hal bersamanya; berzina, minum arak, atau membunuh budak yang menyaksikan mereka berdua. Lelaki itu melihat bahwa minum arak lebih ringan dosanya dari pada dua tawaran yang lain. Ia pun lalu meminumnya. Tapi setelah itu ia mabuk dan tanpa sadar ia melakukan ketiga dosa itu.

https://twitter.com/MTLovenHoney/status/471232000183894016

Iklan

Ukir jejak sahabat di sini

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s