Ambillah Sisi Baik dari Setiap Kesulitan

Kesulitan tidak selalu negatif dan bukan sesuatu yang selamanya harus kita benci. Ada sisi-sisi positif di mana kita dapat mengambil keuntungan dari kesulitan tersebut. Orang yang terampil memanfaatkan sisi positif itu, ia akan mampu mengubah kekalahan menjadi kemenangan, mengubah kesulitan menjadi prestasi. Sedangkan orang yang tidak terampil akan semakin mempersulit dirinya dengan kesulitan yang telah ada.

Ketika Rasulullah saw dipaksa untuk meninggalkan Makkah, beliau tidak malah berhenti berdakwah. Beliau justru melanjutkannya di Madinah, dengan membangun fondasi Islam di sana, sehingga kota itu diliputi cahaya dalam waktu yang sangat singkat. Selain Rasulullah saw, sejarah telah mencatat banyak orang yang telah berhasil dan menghasilkan karya-karya besarnya di tengah kesulitan dan penderitaan yang mereka alami. Imam Ahmad, contohnya. Ia pernah menghadapi kesulitan luar biasa dengan penyiksaan yang sangat kejam, tetapi ia mengubah siksaan itu menjadi kebaikan sehingga ia dapat melaluinya dan kemudian menempatkan dirinya sebagai salah seorang imam madzhab yang sangat berpengaruh.

Imam Ibnu Taimiyah pernah dipenjara. Ketika keluar ia menjadi seorang yang jauh lebih pandai dibanding sebelumnya. Imam As Sarakhsyi juga pernah menjadi tawanan, disekap di sebuah ruang bawah tanah bekas sumur tua. Tetapi di sana ia berhasil menulis 20 jilid buku mengenai fiqih.

Imam Ibnul Atsir tiba-tiba saja menjadi lumpuh, tetapi dalam kelumpuhannya ia malah berhasil menulis buku Jamiul Ushul dan An Nihayah, dua di antara kitab-kitab hadits yang paling terkenal. Imam Ibnul Qoyyim Al Jauziyah diusir dari Baghdad, kemudian ia menjadi ahli dalam Qira’ah Sab’ah Al Qur’an. Malik bin Ar Ra’i sedang terbaring lemas di atas tempat tidurnya ketika ia berhasil menggubah puisinya yang paling indah dan terkenal dan bahkan masih bisa dinikmati hingga saat ini. Ketika anak-anak Abu Dzuaib Al Hudzali meninggal, ia membacakan untuk mereka sebuah puisi yang membuat seluruh dunia mau mendengar dan mengaguminya.

Karena itu, jika kita ditimpa kesulitan, lihat dan ambillah sisi baiknya. Seperti kata Muhammad Al Ghazali, “Jika seseorang memebri kita segelas air jeruk yang masam, jangan dibuang tapi tambahkan gula secukupnya.” Seperti halnya jika seseorang memberi kita ular sebagai hadiah, ambillah kulitnya yang berharga dan buanglah sisanya.

Allah saw berfirman, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu.” (QS.Al-Baqarah : 216) 

https://twitter.com/MTLovenHoney/status/471080506239373313

Iklan

Ukir jejak sahabat di sini

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s