Terimalah Pemberian Allah Dengan Rela Hati

Tulisan ini adalah kutipan dari Buku La Tahzan karya ‘Aidh Qarni, semoga beliau diberi Allah umur panjang..amin. Iniliah sebagian dari tulisan beliau :

Sebelumnya, hal ini telah banyak dijelaskan perihal beberapa makna dan faedah dari kerelaan hati seseorang dalam menerima setiap pemberian atau ketentuan Allah. Namun, kali ini saya akan membahasnya secara lebih panjang lebar untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik. Singkatnya, makna sikap ini adalah bahwa anda harus rela hati dan puas dengan setiap pemberian Allah; baik itu yang berupa raga, harta, anak, tempat tingal ataupun bakat kemampuan. Dan, makna inilah yang tersirat dalam ayat Al Qur’an berikut,

(Sebab itu, berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.) (QS.Al-A’raf: 144)

Sebagian besar ulama salafus salih dan generasi awal umat ini adalah orang-orang yang secara materi termasuk fakir miskin. Mereka tidak memiliki harta yang berlimpah, rumah yang megah, kendaraan yang bagus, dan juga pengawal pribadi. Meski demikian, mereka ternyata mampu membuat kehidupan ini justru lebih bermakna serta membuat diri mereka dan masyarakat lebih bahagia. Yang demikian itu, adalah karena mereka senantiasa memanfaatkan setiap pemberian Allah di jalan yang benar.

Dan karena itu pula, umur, waktu dan kemampuan atau keterampilan mereka menjadi penuh berkah. Kebalikan dari kelompok manusia yang diberkahi ini adalah mereka yang dikaruniai Allah dengan kekayaan yang melimpah ruah, anak yang banyak, dan nikmat yang berlimpah. Tetapi semua itu justru menyebabbkan diri mereka senantiasa merasa penuh penderitaan, kecemasan dan kegelisahan. Adapun penyebabnya, tak lain adalah karena mereka telah menyimpang dari fitrah dan tuntunan hidup yang benar. Ini menjadi bukti nyata bahwa segala sesuatu (kekayaan, anak, pangkat, jabatan, kehormatan dan lain sebagainya) bukanlah segala-segalanya.

Lihatlah, betapa banyak sarjana atau doktor yang tidak dapat memberi kontribusi, pemikiran dan pengaruh yang cukup bagi masyarakatnya. Namun sebaliknya, tak sedikit manusia yang dengan ilmu dan kemampuannya yang sangat terbatas justru mampu membangun sungai yang senantiasa mengalirkan air manfaat, kebaikan, dan kemakmuran bagi sesama manusia.

Jika anda ingin bahagia, maka terimalah dengan rela hati bentuk perawakan tubuh yang diciptakan Allah untuk anda, apapun kondisi keluarga anda, bagaimanapun suara anda, seperti apapun kemampuan daya tangkap dan pemahaman anda, serta seberapapun penghasilan anda. Bahkan, kalau ingin meneladani para guru sufi yang zuhud, makasesungguhnya mereka telah melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar apa yang disebutkan itu. Mmereka selalu berkata, “Sesungguhnya anda senantiasa tetap senang hati menerima sesedikit apapun yang anda miliki dan rela dengan segala sesuatu yang tidak anda miliki.”

Berikut adalah beberapa tokoh terkenal yang kehidupan duniawi mereka kurang beruntung.

  1. ‘Atha’ ibn Rabah, orang yang paling alim pada zamannya adalah seorang manyan budak berkulit hitam, berhidung pesek, lumpuh tangannhya, dan berambut keriting.
  2. Ahnaf ibn Qais, orang Arab yang dikenal paling sabar dan penyantun ini sangat kurus tubuhnya, bongkok punggungnya, melengkung betisnya dan lemah postur tubuhnya.
  3. al A’masy, ahli hadits kenamaan di dunia ini adalah sosok manusia yang sayu sorot matanya dan seorang mantan budak yang fakir, compang-camping baju yang dikenakannya, dan tidak menarik penampilan diri dan rumahnya.

Bahkan, semua nabi dan rasul Allah adalah pernah menjadi penggembala kambing. Dan, meskipun mereka termasuk manusia-manusia pilihan Allah dan sebaik-baik manusia, pekerjaan mereka pun tak jauh beda dengan manusia pada umumnya. Nabi Daud adalah seorang tukang besi, Nabi Zakaria seorang tukang kayu, dan Nabi Idris seorang tukang jahit. Kita tahu bahwa mereka adalah orang-orang pilihan.

Ini mengisyaratkan bahwa harga diri anda ditentukan oleh kemampuan, amal saleh, kemanfaatan, dan akhlak anda. Karena itu, janganlah anda bersedih dengan wajah yang kurang menarik, harta tidak banyak, anak yang sedikit, dan rumah yang tak megah. Singkatnya, terimalah setiap pembagian Allah dengan penuh kerelaan hati

(Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia.) (Qs. Az-Zukhruf : 32)

https://twitter.com/MTLovenHoney/status/472274900799873026

https://twitter.com/MTLovenHoney/status/472237321652142080

https://twitter.com/MTLovenHoney/status/472167511014662144

Iklan

Ukir jejak sahabat di sini

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s